Permintaan ORI Membludak
Sabtu, 10 Mar 2007 15:28 WIB
Jakarta - Obligasi Ritel Indonesia (ORI) jilid kedua alias ORI002 kembali mendapat sambutan yang cukup besar dari masyarakat. Hal itu terlihat dari jumlah permintaan terhadap ORI002 disalah satu agen penjual yakni BCA."Saya tidak bisa mengatakan angkanya, tetapi jumlahnya signifikan. Demand-nya baik, karena kuponnya juga baik 9,28 persen," kata Wadirut BCA Aswin Wirjadi dalam jumpa pers peluncuran AstraWorld-CA plasa Parkir Timur, Senayan, Jakarta, Sabtu (10/3/2007).Aswin menjelaskan, tingginya permintaan ORI karena tingkat kuponnya lebih tinggi dibanding produk-produk perbankan lainnya seperti deposito. Selain itu, ORI merupakan obligasi pemerintah yang dijamin relatif lebih aman dan menguntungkan. Seperti diketahui, ORI yang masa penawarannya mulai 8-23 Maret 2007, menawarkan kupon 9,28 persen. Tingkat bunga itu berarti lebih tinggi dibandingkan tingkat suku bunga tabungan yang kini berkisar 4 persen, dan bunga deposito yang hanya berkisar 8 persen. BCA Turunkan Suku BungaTerkait penurunan BI Rate menjadi 9 persen, Aswin menjelaskan, BCA sudah mulai melakukan penyesuaian dengan menurunkan suku bunga kreditnya. "Pada rapat lalu, semua kita turunkan baik dari sisi corporate, ritel, komersil maupun konsumer yang pasti hampir semuanya turun," ungkap Aswin.Terkait diturunkannya jumlah penjaminan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Aswin menilai hal itu sangat positif terutama bagi nasabah konsumer sehingga nasabah dipaksa untuk memilih bank mana yang solid dan kokoh serta aman untuk menyimpan dananya. Ia juga menilai, penurunan penjaminan itu akan meningkatkan jumlah rekening di BCA serta meningkatkan jumlah dana pihak ketiga di BCA.
(qom/qom)











































