Penerbitan SPN Rp 3-4 Triliun Digelar April
Senin, 12 Mar 2007 13:04 WIB
Jakarta - Pemerintah akan mulai menerbitkan Surat Perbendaharaan Negara (SPN) bulan April mendatang. Pemerintah menargetkan penerbitan SPN sebanyak Rp 3-4 triliun per sekali terbit.Hal tersebut disampaikan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah usai rakor mengenai primary dealer SUN di Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Senin (12/3/2007)."Hal yang pending selama ini sudah clear, tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. SPN yang akan diterbitkan jumlahnya Rp 3-4 triliun setiap bulan," ujar Burhanuddin.Menurut Burhanuddin, dalam penerbitan SPN, BI akan bertindak sebagai non competitive bidder yang akan membeli SPN di pasar perdana.Mengenai berapa SPN yang bisa diserap BI, Burhanuddin enggan menyebutkan angkanya. "Berapa jumlahnya, kita lihat nanti berapa yang bisa diserap," cetusnya.Sementara Dirjen Pengelola Utang Depkeu, Rahmat Waluyanto mengatakan, penerbitan SPN secara rutin dapat menjadi acuan bagi obligasi jangka pendek. Dengan begitu, Rahmat menilai, BI tidak perlu lagi menerbitkan SBI jangka pendek seperti SBI 3 bulan, SBI 6 bulan dan SBI 12 bulan. Tahun ini diharapkan SPN sudah bisa menggantikan SBI."Nanti pasar bingung kalau banyak instrumen jangka pendek," tambahnya.Namun, menurutnya masih perlu ada koordinasi antara BI dan Depkeu mengenai penerbitan SPN. Nantinya akan ada tim antar kedua lembaga tersebut yang secara reguler bertemu untuk membicarakan SPN dan penerapan treasury single account.Rahmat juga mengatakan diupayakan BI menyerap sebanyak mungkin dalam setiap penerbitan SPN."BI kan perlu untuk stock building, kita upayakan porsi non competitive bidder-nya lebih besar," kata Rahmat.Dengan adanya SPN, Rahmat yakin kurva imbal hasil obligasi pemerintah akan semakin turun. Hal ini akibat suplai terhadap SUN jangka menengah akan berkurang sehingga dari sisi harga dan yield akan semakin turun.
(ard/ir)











































