Pertengahan 2007, Persaingan Bank Semakin Ketat
Kamis, 15 Mar 2007 23:04 WIB
Medan - Persaingan antarbank diperkirakan semakin ketat pada pertengahan tahun 2007. Semua bank akan berusaha menyakinkan nasabah kakap sebagai bank yang sehat, agar para nasabah yang dananya lebih dari Rp 100 juta, bersedia menyimpan uangnya di bank tersebut.Ekonom Pande Raja Silalahi menyatakan, mulai 22 Maret 2007, LPS menurunkan nilai penjaminan dana nasabah dari Rp 1 miliar menjadi Rp 100 juta. Kebijakan itu akan menyebabkan bank lebih kompetitif. "Kalau banknya tidak sehat, maka nasabah tentu tidak akan menyimpan uang di bank tersebut. Jika ada masalah seperti bank ditutup, LPS hanya menjamin dana Rp 100 juta ke bawah, bagaimana jika dana yang disimpan lebih dari situ. Tentu akan lebih aman jika mereka menyimpan di bank yang betul-betul sehat," kata Pande dalam seminar Penurunan Penjaminan LPS dan Dampaknya pada Perbankan Indonesia di Hotel Tiara, Medan, Kamis (15/3/2007).Disebutkan Pande, para nasabah akan mulai mempertanyakan kredibilitas bank tempat menyimpan dananya selama ini. Dan tidak tertutup kemungkinan nasabah bank akan berpindah. Sebenarnya tidak semua bank siap dengan kebijakan LPS ini. Sebelumnya banyak bank yang berlomba-lomba untuk menarik dana masyarakat dengan memberikan iming-iming hadiah dan bunga yang relatif tinggi."Penurunan nilai penjaminan ini akan memaksa perbankan untuk menarik dana nasabah dengan peningkatan kinerja nyata, peningkatan kualitas produk dan layanan serta peningkatan trust. Ini tidak mudah," kata Pande. Sementara Direktur Penjaminan dan Manajemen Resiko LPS Firdaus Djaelani dalam kesempatan yang sama menyatakan, mulai 22 Maret mendatang LPS hanya akan menjamin dana Rp 100 juta ke bawah per nasabah per bank."Jadi walau ada tiga rekening lebih, kalau nilai ketiganya dia atas Rp 100 juta, LPS hanya menjamin Rp 100 juta. Jadi nasabah harus cermat memilih bank yang sehat," kata Firdaus Djaelani.
(rul/ken)











































