BI Estimasikan Dana Keluar Capai US$ 10 Miliar
Jumat, 16 Mar 2007 14:50 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengestimasikan jumlah dana keluar (capital outflow) akibat wabah reverse carry trade mencapai US$ 10 miliar.Reverse carry trade adalah pembalikan modal oleh investor global yang semula menanamkan investasinya di negara berkembang ke negara yang perekonomiannya kuat. Sebelumnya investor ini meminjam dana dari negara yang memiliki bunga rendah lalu menginvestasikannya ke negara berkembang yang bunganya lebih tinggi. BI mencatat jumlah capital outflow berasal dari instrumen Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sekitar US$ 1,5 miliar, Surat Utang Negara (SUN) US$ 5,5 miliar dan sisanya di pasar saham.Namun BI menegaskan tidak ada yang perlu dikhawatirkan terhadap capital outflow karena cadangan devisa Indonesia cukup kuat."Tidak perlu kita khawatir apa yang mau dikhawatirkan, kurang berapa, dengancadangan devisa sekarang US$ 46 miliar, itu the highest in the history. Sebelum krisis kita punya cadangan devisa sekitar US$ 15-16 miliar. Hemat saya tidak usah dikhawatirkan," kata Deputi Gubernur BI Aslim Tadjudin usai shalat Jumat di BI, (16/9/2007). BI memprediksikan cadangan devisa tahun ini bisa mencapai US$ 51 miliar. "Current account kita akan surplus US$ 8 miliar tahun ini. Jadi kita prediksikan cadangan devisa US$ 51 miliar di tahun ini," kata Aslim.
(ard/ir)











































