BI: RUU Mata Uang Harusnya Membuat Keadaan Lebih Baik
Jumat, 16 Mar 2007 16:57 WIB
Jakarta -
Bank Indonesia (BI) memilih untuk tidak berkomentar terhadap RUU Mata Uang yang diusulkan Departemen Keuangan. Namun BI menilai, RUU yang diusulkan tersebut harusnya bisa membuat keadaan lebih baik."Yang paling penting sekarang adalah kita melihat bahwa seharusnya segala usulan yang diusulkan untuk RUU tersebut seharusnya akan menjadikan keadaan lebih baik dari yang sekarang, jangan sebaliknya," ujar Direktur Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Budi Mulya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (16/3/2007).Budi menambahkan, BI merasa tidak perlu mengomentari RUU Mata Uang tersebut karena masih dalam tahap pembahasan. DPR masih akan membahas apakah RUU tersebut perlu disetujui atau tidak."Apa yang dikatakan oleh Menkeu kan masih usulan saja, tetapi selain Departemen Keuangan kan masih ada Departemen Hukum yang turut serta dalam penetapan RUU ini," ujarnya. Sebelumnya, Depkeu mengusulkan RUU Mata Uang yang intinya minta kewenangan mata uang dikembalikan ke pemerintah. Namun BI masih diberi kewenangan untuk mengedarkan uang.
(dnl/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
