Bapepam: Agen Asuransi Jangan Cuma Kejar Premi
Kamis, 22 Mar 2007 14:13 WIB
Jakarta - Agen asuransi diminta jangan cuma mengejar premi dalam menjual produknya. Agen asuransi juga bertanggung jawab memberikan edukasi ke masyarakat."Jadi para agen jangan hanya mengejar premi yang sebanyak-banyaknya kepada perusahaannya," sindir Kabiro Perasuransian Bapepam-LK, Isa Rachmatarwarta.Hal itu diungkapkan Isa, usai acara penandatanganan kerjasama (MoU) program e-learning di Mercantile, Gedung WTC, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (22/3/2007).Isa berharap dengan adanya program e-learning yang digagas Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), agen asuransi yang menjadi ujung tombak perusahaan bisa memberikan edukasi bagi masyarakat mengenai produk-produk asuransi yang ada saat ini.Sementara Ketua Umum AAJI Evelina Pietruschka mengatakan, program ini dilakukan untuk memposisikan industri asuransi jiwa di Indonesia sebagai industri yang berpotensi besar.Program pelatihan e-learning digarap AAJI bersama dengan asosiasi asuransi internasional yaitu Loma dan Limra.Rachmat juga mengatakan bahwa para agen harus cerdas dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat. "Karena dengan begitu masyarakat akan datang sendiri kepada mereka," ujarnya.Khusus untuk produk unit link yang sekarang sedang berkembang, Rachmat mengatakan bahwa program ini masih sangat awam bagi masyarakat. "Tugas agen adalah memberi informasi selengkap-lengkapnya," anjurnya.Sementara Eveline menambakan, bahwa unit link selalu mengikuti variasi sesuai kebutuhan masyarakat. "Karena itu perlu sekali pelatihan pengetahuan bagi agen," ujarnya.Dengan adanya program e-learning ini, Evelina berharap dalam 5 tahun ke depan akan tercipta 500 ribu agen asuransi jiwa yang terlatih dengan baik."Dengan adanya infrastruktur ini, diharapkan growth premium akan meningkat dari rata-rata per tahun yang sebesar 20 persen, karena sumbangan industri asuransi Indonesia terhadap GDP hanya 2 persen saat ini," ujarnya.
(dnl/ir)











































