Penduduk Indonesia yang Punya Asuransi Jiwa Cuma 5%
Kamis, 22 Mar 2007 14:38 WIB
Jakarta - Penduduk Indonesia yang memiliki asuransi jiwa saat ini baru sebesar 5 persen. Itu pun paling banyak melalui asuransi dari perusahaan tempat bekerja."Saat ini kurang dari 5 persen total penduduk Indonesia yang terdaftar sebagai klien asuransi," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Eddy KA Berutu.Hal itu dikatakan Eddy dalam acara konferensi Pers usai penandatanganan MoU program e-learning di Mercantile Club, Gedung WTC, Jalan Sudirman, Jakarta (22/3/2007).Menurut Eddy, saat ini ada 4 juta jiwa yang terdaftar sebagai klien asuransi jiwa secara individu atau pribadi. Sedangkan yang terdaftar sebagai klien atas nama perusahaan hanya 25 juta jiwa."Padahal potensinya bisa lebih besar dari itu," imbuh Eddy.Eddy mengatakan bahwa dengan program e-learning diharapkan industri asuransi akan berkembang. Untuk agen, hingga saat ini Eddy mengatakan ada sekitar 150 agen asuransi yang mempunyai lisensi. "Untuk agen bancassurance ada 5.300 orang," ungkapnya.Selain itu, Eddy juga mengatakan bahwa di 2006, telah ada 100 orang agen asuransi jiwa yang dicabut lisensinya oleh AAJI. "Banyak alasannya, salah satunya adalah karena mereka melanggar kode etik agen," jelasnya.Meskipun ada program baru e-learning ini, Eddy mengatakan bahwa tidak semata-mata langung berdampak signifikan terhadap pertumbuhan premi asuransi di 2007. "Program ini sifatnya jangka panjang, dan juga untuk memfasilitasi para agen di luar daerah agar diberi kemudahan dalam pelatihan," ujarnya.
(dnl/ir)











































