Dana SBI Numpuk
Kalla: Itu Perampokan Luar Biasa
Selasa, 27 Mar 2007 12:06 WIB
Jakarta - Dana milik perbankan yang bertumbuh di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) bertumpuk hingga Rp 200 triliun. Tanpa kerja apa-apa, bank-bank itu menikmati keuntungan dari bunga SBI."Itu perampokan luar biasa," cetus Wapres Jusuf Kalla saat menjadi pembicara dalam Rapimnas Kadin di Jakarta Convention Center, Selasa (27/3/2007).Kalla pun menyebut nama BCA sebagai salah satu bank yang punya simpanan besar hingga Rp 30 triliun. "BCA saja Rp 30 triliun, kalau BCA untung Rp 4 triliun, beli SBI dapat bunga Rp 2,5 triliun. Tanpa kerja. Ini terjadi perampokan kalo gini semua. Sudah dibayarin BLBI, juga utang, dia masukin duit, kita bayar bunga. Bagaimana negara tidak hancur. Ini kita buka semuanya," ketusnya. Padahal lanjut Kalla, Indonesia tengah membutuhkan dana yang besar untuk pertumbuhan ekonomi. "Kalau mau tumbuh 7 persen, kita butuh investasi Rp 1.200 triliun," jelasnya.Sedangkan angka pertumbuhan ekonomi 7 persen itu dibutuhkan untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan. "Kalau cuma tumbuh 5,5 persen, tidak bisa mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Paling pas-pasan," tambahnya.Kalla mengaku heran dengan Indonesia yang 'hanya' memiliki 200 juta penduduk, namun pertumbuhan ekonominya tak kunjung maju. "Padahal Cina negaranya maju dengan penduduk 1,4 miliar. Padahal negara-negara itu kekeringan, kelaparan," cetusnya.Namun Indonesia masih terbelit masalah pajak, minyak, utang, bunga dan subsidi. "Alhasil kemampuan pertumbuhan kita hanya 4-5 persen. Kita terima. Berarti ini bangsa yang terima nasib, bukan bangsa yang menerima nasib," kritik Kalla.
(qom/ir)











































