Gubernur BI:
Dana Bank Lebih Baik di SBI
Rabu, 28 Mar 2007 15:07 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menolak pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengatakan perbankan Indonesia merampok uang negara karena banyak di simpan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).Gubernur BI Burhanuddin Abdullah mengatakan, SBI justru digunakan sebagai instrumen moneter yang menampung kelebihan likuiditas perbankan. "Jadi kita melihat adanya kelebihan likuiditas di sistem perbankan, daripada kelebihan itu lari kemana-mana, lebih baik ditaruh di SBI, jadi ada suatu mekanisme moneter yang mengharuskan seperti itu," ujar Burhanuddin.Hal itu diungkapkan Burhanuddin, usai acara BUMN Executive Club Breakfast Meeting, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (28/3/3007).Kelebihan likuiditas di SBI ini, lanjut Burhanuddin, akibat rendahnya penyerapan kredit oleh sektor riil. "Hal ini terlihat dari meningkatnya kredit yang sudah disetujui tapi tidak diambil oleh pengusaha," ujarnya.Dia pun mengkritik pemerintah yang belum berusaha memperbaiki iklim dan perizinan investasi agar perbankan pun ikut yakin akan iklim usaha di Indonesia. "Indonesia ini belum bekerja secara optimal, tampak dari banyaknya sumber daya alam yang belum terutilisasi, pokoknya Indonesia belum bekerja secara maksimal, karena itu kita melarat," tegasnya.Per 24 Januari 2007, total dana perbankan di SBI mencapai Rp 235,34 triliun. Dana itu berasal dari BPD Rp 38,7 triliun, bank BUMN Rp 42,6 triliun, perseorangan Rp 37,4 triliun dan bank non-BUMN Rp 116,5 triliun.
(dnl/ir)











































