Bank Mega Targetkan Laba 2007 Sebesar Rp 761,31 miliar

Bank Mega Targetkan Laba 2007 Sebesar Rp 761,31 miliar

- detikFinance
Rabu, 28 Mar 2007 17:46 WIB
Jakarta - Bank Mega berhasil membukukan laba bersih Rp 151,7 miliar pada tahun 2006. Angka tersebut menurun 15,4 persen dibanding tahun 2005 yang sebesar Rp 179,4 miliar. Penurunan laba bersih di tahun 2006 disebabkan karena tingginya beban bunga seiring tingginya suku bunga penjaminan pemerintah selama tahun 2006. Sementara untuk tahun 2007, Bank Mega menargetkan laba bersih sebesar Rp 761,31 miliar."Memang pertumbuhannya sangat drastis dibanding tahun 2006 yang hanya sebesar Rp 151,7 miliar. Hal ini karena pertumbuhan kredit kita yang drastis," ujar Dirut Bank Mega Yungky Setiawan dalam konferensi pers dikantornya, Jalan Tendean, Jakarta, Rabu (28/3/2007).Di tahun 2007, Bank Mega menargetkan pertumbuhan kredit menjadi Rp 18 triliun. Komposisinya adalah kredit konsumer Rp 7,8 triliun, komersil Rp 4,9 triliun dan korporasi Rp 5,9 triliun."Secara nominal memang hanya Rp 7 triliun pertumbuhannya. Dibanding bank lain masih kecil, tapi secara persentase cukup besar yaitu 64 persen," ungkapnya.Ditahun 2006, total kredit Bank Mega yang disalurkan sebesar Rp 10,99 triliun, menurun 2,3 persen dibandingkan kredit tahun 2005 sebesar Rp 11,26 triliun. "Penurunan kredit terjadi akibat adanya reprofilling yang dilakukan, dimana terjadi penurunan kredit di consumer in direct sebesar Rp 2,15 triliun," jelas Yungky.Di tahun 2007, Bank Mega akan fokus pada pembiayaan disektor perkebunan, infrastruktur, consumer good dan telekomunikasi. Karena itu ditahun 2007, Bank Mega menargetkan LDR 64,9 persen. Capaian Bank Mega lainnya di tahun 2006 adalah CAR 15,73 persen, NPL 1,68 persen. Dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun Bank Mega ditahun 2006 sebesar Rp 25,76 triliun, atau tumbuh 17,19 persen dari tahun 2005 yang sebeasr Rp 21,98 triliun.Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mega pada giro dan tabungan masing-masing mencatat pertumbuhan sebesar 56,5 persen dan 86,9 persen. Sementara deposito tumbuh sebesar 5,74 persen. Untuk DPK di tahun 2007, Bank Mega menargetkan pertumbuhannya mencapai 28,5 triliun. "Kita akan fokus di dana murah. Untuk tabungan kita targetkan Rp 6 triliun, giro Rp 4,7 triliun, deposito Rp 17,6 triliun," urainya.. Selain membahas tentang kinerja tahun 2006, Bank Mega juga mengadakan RUPSLB yang memutuskan adanya pergantian direksi. Beny Witjaksono digantikan Johannes Bambang Kendarto. "Pergantian tersebut dikarenakan pak Beny akan ditugasi untuk tugas diluar," kata Yungky.Terbitkan Obligasi Rp 1,5 TriliunBank Mega pada triwulan II-2006 akan menerbitkan obligasi subt debt sebesar Rp 1,5 triliun dengan tenor 10 tahun. Saat ini Bank Mega tengah menunggu persetujuan dari Bank Indonesia."Kita sedang menunjuk underwriter-nya. Obligasi ini untuk memperkuat pertumbuhan kredit Bank Mega dan diharapkan nantinya CAR dapat bertahan pada kisaran 14 hingga 17 persen," ujar Yungky.Bank Mega juga akan menggelontorkan dana untuk membangun 55 kantor cabang baru di sejumlah provinsi yang belum terjamah seperti Irian, Maluku dan Aceh. "Jadi untuk satu kantor saja investasi kita sekitar Rp 3-4 miliar. Jadi cukup besar, dan dananya memang sudah kita dapatkan dari anggaran kita," tandas Yungky. (dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads