Bukopin Catat Laba Rp 315 Miliar

Bukopin Catat Laba Rp 315 Miliar

- detikFinance
Kamis, 29 Mar 2007 17:26 WIB
Jakarta - PT Bank Bukopin Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 315,2 miliar di tahun 2006. Angka tersebut berarti meningkat 22,65% dibandingkan laba bersih tahun 2005. Sementara laba sebelum pajak di 2006 sebesar Rp 459,7 miliar, atau meningkat dibanding 2005 yang mencapai Rp 375 miliar. "Hal ini dikarenakan adanya pertumbuhan kredit yang serta peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 229,82 atau 23,52% di tahun 2006," ujar Direktur Utama perseroan Glen Glenardi dalam paparan kinerja perseroan 2006 di Hotel Ritz Charlton, Kuningan, Jakarta, Kamis (29/3/2007). Di sisi kredit, tahun 2006 penyaluran kredit perseroan meningkat 6,27% atau Rp 87 miliar dibandingkan tahun 2005. "Total kredit 2006 sebesar Rp 14,68 triliun dengan 40-50% disalurkan ke sektor UKM," jelas Glen. Bukopin pada tahun 2006 berhasil mengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 24,9 triliun, atau meningkat 23,52% dimana tahun 2005 DPK sebanyak Rp 20 triliun. "Komposisi DPK 2006 terdiri dari giro Rp 8,29 triliun, tabungan Rp 2 triliun dan deposito Rp 14,637 triliun," ujar Glen. Untuk CAR meningkat dari 13% di 2005 menjadi 15,7% di tahun 2006. Namun loan to deposit ratio (LDR) 2006 menurun dari 68,39% di 2005 menjadi 58,86% di tahun 2006. "Penurunan ini akibat dampak kenaikkan BBM yang menyebabkan menurunnya perekonomian," imbuhnya. Sementara untuk non performing loan (NPL) Bukopin tahun 2006, secara gross 3,72%, sementara NPL netto 2,5%. "Total aset pun meningkat sebesar 27,91% atau Rp 6,89 triliun menjadi Rp 31,57 triliun di 2006," jelas Glen. Untuk target di 2007, Direktur Keuangan dan Perencanaan Bukopin Tri Joko Priyanto mengatakan bahwa secara keseluruhan, perseroan mentargetkan peningkatan sebesar 15-20% di 2007. "Kami akan terus melakukan ekspansi, belanja IT dan belanja outlet, tahun ini kami berencana membangun 10 outlet," jelasnya. Joko juga mengatakan, untuk belanja modal (capex) perseroan tahun 2007, perseroan mendapatkan dana hasil IPO. "Jumlah persis capex belum dapat diinformasikan, tapi dananya kira-kira dari hasil IPO kita yang sampai saat ini jumlahnya Rp 295 miliar. Jadi 70% akan kita gunakan untuk ekspansi dan sisanya untuk belanja modal," ujarnya. (dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads