BRI Gelontorkan Kredit Untuk Genjot Produksi Beras

BRI Gelontorkan Kredit Untuk Genjot Produksi Beras

- detikFinance
Kamis, 29 Mar 2007 18:48 WIB
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) akan mengucurkan kredit untuk peningkatan produktivitas beras nasional. Kredit tersebut dimaksudkan untuk percepatan program produksi 2 juta ton beras untuk 12 bulan kedepan."Untuk mengawal produksi padi, BRI, Bulog dan Deptan akan memberikan kredit untuk intensifikasi peningkatan produksi," kata Dirut BRI Sofyan Basyir dalam konferensi pers dikantornya, Jakarta, Kamis (29/3/2007).Dengan program intensifikasi ini, produktivitas padi meningkat dari 4 sampai 5 ton per hektar menjadi 7 sampai 8 ton per hektar. Pengucuran kredit ini berbentuk sistem tertutup. Dan kedepannya akan dilakukan bekerjasama dengan bank-bank lain. Petani yang mengambil kredit ini diminta untuk menjual berasnya ke Bulog."Tapi kita beri keleluasaan jika harga diluar lebih mahal, bisa dijual keluar. Atau jika produktivitasnya tinggi, dijual sebagian ke Bulog dan sebagian keluar," ujar Sofyan.Per hektar, BRI akan mengalokasikan kredit sebesar Rp 2,5 juta, dengan tingkat bunga komersial. Menurut Sofyan, tingkat bunga itu masih menguntungkan petani."Dengan kredit Rp 2,5 juta, dalam empat bulan kemudian bisa menghasilkan 7 juta ton beras senilai Rp 14 juta. Jadi masih menguntungkan," kata Sofyan.Untuk tahap awal, kredit akan difokuskan di 5 daerah pertanian yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Lampung. Kedepannya, BRI juga akan mengembangkan sistem kredit sejenis untuk produk holtikultura sayur mayur, buah-buahan dan palawija. Maka tahun ini, BRI mengalokasikan total kredit untuk perkebungan dan pertanian Rp 6 triliun. Dalam kesempatan yang sama, Sofyan juga mengungkapkan, BRI menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini sebanyak 20,06 persen atau setara Rp 18 triliun. Sebanyak 80 persen dari kredit itu akan dialokasikan untuk sektor UMKM. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads