BPK: Biaya Konsultan Divestasi Indover Tidak Efektif

BPK: Biaya Konsultan Divestasi Indover Tidak Efektif

- detikFinance
Jumat, 30 Mar 2007 17:10 WIB
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan biaya yang dikucurkan Bank Indonesia (BI) untuk penyehatan dan konsultan terkait rencana divestasi NV Indover Bank Amsterdam (IBA) tidak efektif.Dari biaya yang dikeluarkan BI untuk konsultan divestasi Indover senilai US$ 348,01 juta (atau Rp 3,13 triliun) sebesar Rp 109,61 miliar dinilai BPK tidak efektif.Hal tersebut Ketua BPK Anwar Nasution usai menyerahkan Hasil Laporan Semester II tahun 2006 BPK kepada DPR di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (30/3/2007).Penawaran yang diterima konsultan BI atas NV IBA diantaranya berasal dari Parex Bank dari Latvia, negara komunis bagian dari bekas Uni Soviet.Menurut Anwar, penawaran ini tidak efektif karena negara tersebut dinilai tidak memiliki potensi pasar yang memadai."You bayar konsultan mahal-mahal hasilnya apa? Masa pembelinya negara bekas komunis, mana ada pasarnya?" ujarnya.Berdasarkan laporan BPK, disebutkan sejak awal BI sudah memiliki Bank NV IBA. Hampir seluruh dana NV IBA merupakan penempatan cadangan luar negeri BI. Dana itu lalu dipinjamkan ke pengusaha di Indonesia. Menurut BPK, sebagian pengusaha adalah kroni pengusaha. Tapi ternyata kredit tersebut mengalami kemacetan sehingga BI berencana menjualnya.Kabar terakhir, Indover diminati oleh Bank Ekspor Indonesia (BEI). BEI bermaksud mengakuisisi Bank Indover karena ingin mengembangkan jaringan internasionalnya. Akuisisi itu dinilai memiliki nilai strategis. Kementerian BUMN masih menunggu hasil due dilligence BEI terhadap rencana akuisisi tersebut. (lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads