Bumiputera Stop Tambah Modal 2007
Rabu, 04 Apr 2007 16:48 WIB
Jakarta - PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk membatalkan rencana penambahan modal di tahun ini. Modal saat ini sebesar Rp 500 miliar dinilai cukup."Modal kami saat ini Rp 500 miliar hasil dari rights issue yang dilakukan pada tahun 2006, dana tersebut cukup dan tidak perlu ada penambahan modal lagi," ujar Direktur Keuangan Bumiputera, Miniandy R Krishnan, dalam konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan di Wisma Bumiputera, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (4/4/2007).Menurutnya, di tahun ini perseroan juga belum akan melakukan merger atau akuisisi. Perseroan justru akan fokus pada rencana membangun 3 kantor cabang di tahun ini."Dana tersebut cukup didapatkan dari modal yang ada, jadi belum perlu untuk menambah modal," ujarnya. Namun, Muniandy tidak menjelaskan berapa dana yang diperlukan untuk membangun 3 kantor cabang tersebut.Sementara Direktur Kepatuhan Bank Bumiputera, Boing Sudrajat mengatakan, bahwa untuk mencapai pertumbuhan kredit sebesar 25 persen di tahun 2007, perseroan juga akan menargetkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebanyak 25 persen."Komposisi DPK tahun ini akan meningkat 25 persen untuk menjaga target LDR kita tetap di level 87-90 persen," jelasnya.Boing mengatakan pertumbuhan kredit 2007 lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kredit 2006 yang sebesar 29 persen. "Hal ini karena kita melihat kecenderungan penurunan suku bunga yang akan mengakibatkan persaingan cukup berat," imbuhnya.Untuk komposisinya, Boing mengatakan akan tetap 65 persen di sektor konsumer dan 25 persen di sektor UKM. "Kami tetap memposisikan sebagai consummer bank, tapi meskipun begitu kami juga tetap mengucurkan ke UKM," imbuhnya.Mengenai Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang baru mengenai pelonggaran kredit UKM, Boing mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu implementasinya seperti apa. "Kita masih wait and see mengenai pelaksanaannya," imbuhnya.
(dnl/ir)











































