Tingginya Biaya Operasional Bank Dipicu Persaingan Ketat
Sabtu, 07 Apr 2007 17:04 WIB
Jakarta - Tingginya biaya operasional atau overhead cost perbankan Indonesia, salah satunya disebabkan oleh ketatnya persaingan ditengah banyaknya jumlah bank.Ekonom INDEF Aviliani mencatat, hingga saat ini di Indonesia terdapat 130 bank. Angka tersebut jauh melampaui jumlah bank di negara-nehara lain."Jumlah bank dinegara lain itu sedikit, Australia cuma 7. Di Cina saja cuma ada 25 bank," ujar Aviliani disela-sela seminar tentang kepemimpinan pebisnis di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Sabtu (7/4/2007).Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo sebelumnya mengatakan, tingginya biaya operasional telah membuat bank malas menurunkan suku bunga kredit. Menurut Perry, biaya operasional bank di Indonesia termasuk tinggi yakni rata-rata 1,5 kali dibandingkan negara-negara Asia seperti Hong Kong, Singapura dan Jepang. Untuk itu, Aviliani menyarankan agar perbankan lebih efisien untuk mengurangi biaya-biaya terutama biaya diluar operasional seperti untuk iklan atau melakukan pengurangan pegawai."Coba lihat bank-bank besar itu kan melakukan jor-joran dalam iklan. Mereka harus mengurangi biaya iklan, dan bahkan mengurangi pegawai. Ya, kembali lagi, efeknya kepada pekerja lagi," tandasnya.
(qom/qom)











































