Privatisasi Batal, BTN Minta Bayaran Dividen Diperkecil

Privatisasi Batal, BTN Minta Bayaran Dividen Diperkecil

- detikFinance
Kamis, 12 Apr 2007 16:04 WIB
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) meminta agar setoran dividen perseroan kepada pemerintah atas kinerja tahun buku 2006 dikurangi menjadi di bawah 35 persen menyusul batalnya privatisasi tahun ini.Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama BTN, Kodradi disela-sela acara Indonesia Business-BUMN Forum & Exhibition, di Jakarta Convention Center (JCC) (12/4/2007). "IPO sulit dilakukan di tahun ini, karena target kita kan tim privatisasi itu kan sudah terbentuk Januari untuk bisa IPO kuartal III 2007. Jadi kita akan mengusulkan pendanaan tahun ini melalui laba ditahan," kata Kodradi."Kalau tahun lalu dividen yang kita setorkan kepada pemerintah 35 persen dari Rp 436 miliar. Nah kita minta deiiden dari laba tahun 2006 lebih kecil dari 35 persen, kalau bisa serendah-rendahnya karena kita sangat membutuhkan dana untuk pembiayaan kredit perumahan," tambah Kodradi. Bukan hanya IPO yang batal dilakukan, rencana perseroan untuk menerbitkan obligasi pun hingga kini belum direstui oleh pemerintah. "Sejauh ada persetujuan pemegang saham tapi izin untuk menerbitkan obligasi juga masih belum diberikan pemerintah," jelasnya. Pada triwulan I-2007 laba sebelum pajak BTN sebesar Rp 176,25 miliar, sementara laba bersihnya Rp 131,73 miliar. "Untuk CAR 19,98 persen, tapi NPL gross 5,09 persen dan NPL netto 2,99 persen akibat bencana lumpur Lapindo," imbuhnya. Kodradi mengatakan bahwa jumlah Rumah Sederhana Sehat (RSH) yang dibiayai perseroan sampai dengan 31 Maret 2007 sebanyak 17.718 unit dengan total kredit Rp 608 miliar. "Meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 15.870 unit dengan total kredit Rp 504 miliar," ujarnya. Kodradi mengatakan bahwa tahun ini perseroan menargetkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 23 triliun, meningkat dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 21,59 triliun. "Di triwulan I-2007 ini sudah terkumpul DPK sebesar Rp 21,34 triliun," ungkapnya. Untuk LDR ditargetkan sebesar 83,75 persen. "Tahun ini dana untuk pendanaan rumah susun adalah sebesar Rp 7,8 triliun, kami siapkan dana Rp 1 triliun, setoran KPR BTN per tahun Rp 3-4 triliun, makanya BTN bisa kasih kredit sampai dengan Rp 8 triliun," tutur Kodradi. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads