Bencana Alam Lebih 'Sakti' Ketimbang Penurunan BI Rate

Bencana Alam Lebih 'Sakti' Ketimbang Penurunan BI Rate

- detikFinance
Kamis, 12 Apr 2007 17:50 WIB
Jakarta - Meski BI Rate sudah diturunkan secara signifikan, sektor riil ternyata tak kunjung melaju. Faktor kondisi alam Indonesia yang rentan ternyata memberi andil yang lebih besar kepada investor ketimbang sekedar hanya penurunan BI Rate.Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda Gultom dalam Forum Koordinasi BUMN di Jakarta Convention Center, Kamis (12/4/2007). Dengan kondisi alam yang rentan dengan berbagai bencana, keraguan menggelayuti para investor."Hal ini menjadi bahan pertimbangan untuk investasi, karena itu penurunan BI Rate pun tidak dapat menggairahkan dunia usaha di Indonesia," ujarnya. Miranda pun menghimbau bank-bank BUMN untuk segera memberikan kredit kepada sektor riil dan proyek pemerintah. "Kepada Bapak-Bapak direksi bank BUMN, ayolah beri kredit, kan kita sudah melonggarkan aturannya, ayo, pemerintah memerlukan kredit anda," ajak Miranda.Untuk kinerja perbankan secara umum, Miranda mengatakan bahwa kinerja keuangan operasional perbankan saat ini cukup bagus. "Februari 2007 secara year on year ada peningkatan kredit sebesar Rp 11 triliun," imbuhnya. "Secara makro ekonomi juga baik, cadangan devisa dalam 3 bulan pertama meningkat menjadi US$ 47,2 miliar, untuk sektor riil juga demikian, dimana jumlah undisburshed loan sudah mulai berkurang," ujarnya. Target Pertumbuhan EkonomiMengenai target pertumbuhan ekonomi versi BI tahun 2007 adalah sebesar 6 persen, dan tahun 2008 sebesar 6,2 persen. "Target pertumbuhan ekonomi kami sangat konservatif," ujarnya. Ia mengakui bahwa target BI lebih rendah dari target pemerintah, karena memang jika dilihat sektor riil belum bergerak secara baik. "Investasi swasta lebih mudah dari ekspektasi semula, hal ini terlihat dari melambatnya kegiatan impor akibat bencana banjir yang terjadi, karena itu dengan adanya upaya pemerintah diharapkan peranan investasi swasta di 2008 meningkat," ujarnya. "Dengan gencarnya upaya pemerintah untuk pembangunan infrastruktur, kelistrikan dan perumahan, hal ini akan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi, dan saya kira di kuartal IV 2008, konsumsi swasta akan meningkat," imbuhnya.Untuk laju inflasi, BI menargetkan angka 6,8% tahun 2007 dan 6,4 persen tahun 2008. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads