Bank Mandiri Ikat Petani Plasma PTPN IV dan XIII
Sabtu, 14 Apr 2007 10:44 WIB
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk akan membiayai perkebunan kelapa sawit plasma untuk PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV dan PTPN XIII. Pola kerjasama pembiayaan ini, Bank Mandiri mempercayakan kepada PTPN IV dan XIII untuk mencari perusahaan perkebunan terpercaya sebagai inti plasma. Nantinya perusahaan tersebut akan memberikan dana kredit kepada kelompok petani plasma kelapa sawit. Penandatanganan kesepakatan tersebut telah dilakukan Jumat (13/4/2007), dalam acara Forum Koordinasi BUMN di Jakarta Convention Center (JCC). Kesepakatan itu ditandatangani oleh Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo, Dirut PTPN IV Dahlan Harahap serta Dirut PTPN XIII Kusumandaru.Menaggapi kerja tersebut, Group Head Small Business Bank Mandiri, Rafjon Yahya kesepakatan ini memang tidak membicrakan dananya."Tapi maksud dari kerjasama ini adalah kesepakatan Bank Mandiri untuk membiayai para petani plasma kelapa sawit melalui pola program tersebut," kata Rafjon disela acara BUMN Forum di JCC, Sabtu (14/4/2007).MoU tersebut menyangkut masalah penyaluran kredit pembangunan perkebunan kelapa sawit ke PTPN IV untuk lahan seluas 9.000 Ha di Mandailing Natal Sumatera Utara. Sedangkan dengan PTPN XIII meliputi lahan seluas 33.453 Ha di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.Jadi dengan total lahan seluas 42.453 Ha, maka lebih dari 21 ribu petani plasma akan mendapat kucuran kredit dari Bank Mandiri. Sampai dengan 12 April 2007, Bank Mandiri telah merealisasikan KPEN-RP (Kredit Pengembangan Energi Nabati-Revitalisasi Perkebunan) sebesar Rp 496 miliar dengan luas lahan 15.518 Ha atas nama 12 Koperasi Unit Desa (KUD).Kredit ini diberikan kepada petani plasma yang merupakan usaha berskala mikro dan kecil dan disalurkan melalui sejumlah perusahaan inti sawit ternama yang bertindak sebagai mitra dari bank pelaksana. Jadi perusahaan itu bertindak sebagai mitra dari bank pelaksana. Perusahaan tersebut juga bertindak sebagai penjamin kredit yang disalurkan kepada petani plasma. Program ini didukung dengan adanya kredit investasi dan subsidi bunga dari pemerintah.Bahan Bakar NabatiUntuk mendukung penyediaan bahan baku energi nabati dan revitalisasi perkebunan rakyat, Bank Mandiri akan mengalokasikan kredit Rp 11 triliun periode 2007 hingga 2010 untuk pembiayaan kebun kelapa sawit seluas 321.268 Ha. Penyaluran kredit tersebut akan diberikan untuk pembiayaan kebun plasma di sentra-sentra perkebunan yang tersebar di 9 propinsi yaitu Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah,Kalimantan Timur dan Sulawesi.Menuru Rafjon, nilai kredit yang nantinya diberikan oleh Bank Mandiri adalah sebesar Rp 70 juta setiap 1 Ha perkebunan kelapa sawit. "Jadi kita bukan membiayai tiap petani tapi membiayai pekerjaan beberapa petani yang bekerja di suatu areal perkebunan dan kredit yang diberikan tiap 1 Ha-nya adalah sebesar Rp 70 juta, dengan lahan minimal 2 Ha," jelasnya."Sampai saat ini, kerjasama pembiayaan yang kita sepakati dengan PTPN III adalah Rp 178 miliar, untuk membangun perkebunan kelapa sawit plasma, sementara untuk PTPN XIII belum," tambahnya.
(dnl/ir)











































