BSM Dilirik Banyak Investor

BSM Dilirik Banyak Investor

- detikFinance
Selasa, 17 Apr 2007 14:45 WIB
Jakarta - Bank Syariah Mandiri (BSM) seperti si mungil yang banyak dilirik investor asing. Induknya Bank Mandiri pun sadar soal itu dan mengkaji kemungkinan divestasi anak usahanya."Ya kita kan imut, tentu ada saja yang mau. Tapi soal itu tergantung pemegang sahamnya Bank Mandiri," kata Dirut BSM, Yuslam Fauzi ketika dihubungi detikFinance, Selasa (17/4/2007). Mengenai kemungkinan investor dari Timur Tengah yakni Dubai Islamic Bank yang akan mengakuisisinya, Yuslam mengaku dirinya tidak bisa menjelaskan."Itu domain dari pemegang saham," kata Yuslam.Ketika ditemui usai peringatan HUT ke-44 PT Taspen Persero di kantor Taspen, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta, Yuslam mengaku lebih suka mendapatkan tambahan modal ketimbang investor baru.Yuslam menambahkan pada tiga bulan pertama 2007, BSM berhasil mengumpulkan dana pihak ketiga (DPK) Rp 500 miliar lebih. Dengan demikian total DPK yang diperoleh BSM menjadi Rp 8,755 miliar dari posisi per 31 Desember sebesar Rp 8,219 miliar.Aset BSM per Maret 2007 mencapai Rp 10,385 miliar atau naik sekitar Rp 830 miliar pada Desember 2007. Penyaluran pembiayaan BSM juga naik dari Rp 7,415 miliar pada Desember 2007 menjadi Rp 7,645 miliar pada akhir Maret 2007.Menneg BUMN Sugiharto mengatakan BSM harus meningkatkan potensi sekaligusmerekapitalisasi modalnya. "Saya miinta secara intern Bank Mandiri untukmembahasnya," ujarnya.Saat ini lanjut Sugiharto, kepercayaan masayarakat terhadap perbankan syariah semakin tingi. Pertumbuhan bank syariah juga semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan Finance to Deposit Ratio (FDR) yang rata-rata 100 persen lebih. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads