Risiko Kredit Tinggi Bisa Picu Krisis Moneter

Risiko Kredit Tinggi Bisa Picu Krisis Moneter

- detikFinance
Rabu, 18 Apr 2007 17:00 WIB
Jakarta - Tingkat penyaluran kredit yang rendah dan meningkatnya risiko kredit dan operasional diwaspadai dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan. Sehigga dapat mengancam terjadinya krisis moneter.Risiko-risiko tersebut dinilai dapat mengganggu infrastruktur keuangan. Lemahnya infrastruktur keuangan akan menimbulkan hilangnya daya tahan terhadap krisis moneter.Demikian disampaikan Kepala Biro Stabilitas Sistem Keuangan Bank Indonesia (BI) Wimboh Santoso, dalam dalam diskusi tentang stabilitas sistem keuangan, di Menara Sjafruddin BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (18/4/2007)."Lambannya pertumbuhan kredit perbankan karena tingginya persepsi resiko kredit dan belum bangkitnya sektor riil, hal ini mendorong perbankan untuk cenderung menanamkan sebagian dananya di SBI sehingga tidak mendukung intermediasi," ujar Wimboh.Wimboh juga menambahkan bahwa belum selesainya restrukturisasi kredit korporasi yang bermasalah akan berpotensi meningkatkan resiko kredit dan menekan profitibilitas bank."Penerapan skim penjaminan terbatas maksimal Rp100 juta oleh LPS juga dapat memicu resiko likuiditas beberapa bank yang perlu diantisipasi agar tidak berdampak sistematik," paparnya.Menurut Wimboh perbankan akan menghadapi dua tantangan yaitu peningkatan kredit dan penurunan risiko kredit. Oleh karena itu perbankan harus menyeimbangkan fungsi intermdeasinya dengan mengontrol risiko kredit."Yaitu dengan cara penguatan infrastruktur keuangannya, jika tidak ditakutkan krisis ekonomi akan terulang," ucapnya. (dnl/hdi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads