Manajemen Risiko Buruk, Penyaluran Kredit Rendah
Kamis, 19 Apr 2007 17:52 WIB
Jakarta - Rendahnya penyaluran kredit perbankan ternyata tidak semata hanya karena belum bergeraknya sektor riil, namun juga nilai karena masih rendahnya kemampuan bank dalam mengelola risiko. Pengelolaan risiko yang kurang baik menjadikan tingkat kredit bermasalah menjadi tinggi sehingga bank sendiri menjadi terlalu berhati-hati dalam penyaluran kredit, karena takut kredit bermasalahnya meningkat. Hal ini disampaikan oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S. Gultom, usai diskusi bertajuk Memelihara Stabilitas Keuangan Dalam Rangka Mendukung Pertumbuhan Ekonomi, di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (19/4/2007)."Dari pelonggaran aturan yang telah kita buat dan juga kemampuan resiko tersebut, kita bisa melihat bahwa mereka lebih punya keinginan dan appetite (selera) untuk memberikan pinjaman," ujarnya.Miranda mengatakan bahwa pembiayaan yang dilakukan oleh perbankan terhadap proyek-proyek besar seperti infrastruktur dan properti, bisa menjadi unsur penarik untuk menggerakan sektor-sektor kecil dan mikro."Misalkan tukang dagang di sekitar pabrik, kalau dibangun pabrik atau proyek infrastruktur besar, pasti mulai akan ikut bergairah dan kami rasa kalau mau kreditnya tumbuh lebih cepat lagi, harus ada proyek-proyek penarik tadi," imbuhnya. Kembali Miranda menegaskan, permasalahan rendahnya kredit bukan hanya semata karena faktor dari perbankan namun memang karena kegiatan disektor riil belum sepenuhnya berjalan."Tapi yang meminjam juga tidak terlalu banyak karena kegiatan di sektor riil juga belum berlangsung" jelasnya. Miranda juga menambahkan bahwa Undang-Undang penanaman modal yang baru, harus bisa menambah gairah investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan sesuai seperti yang ditargetkan."Tapi bukan hanya penanam modal asing, tapi juga penanam modal di Indonesia yang sekarang hanya menyimpan uangnya di deposito," kata Miranda.
(dnl/hdi)











































