BTN Jadi Korban Lapindo
Sabtu, 21 Apr 2007 10:48 WIB
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) ternyata menjadi salah satu korban keganasan lumpur Lapindo. Gara-gara lumpur 'maut' itu, kredit bermasalah alias Non Performing Loan (NPL) BTN bertambah.Dirut BTN Kodradi yang ditemui detikFinance di Hotel Shangri-La, Jumat (20/4/2007) mengatakan, pada triwulan I-2007, NPL (gross) BTN naik menjadi 5,09 persen, dari 3,9 persen pada Desember 2006. Sementara NPL (netto) pada triwulan I-2007 sebesar 2,9 persen."Hal ini akibat banjir dan lumpur Lapindo, karena mayoritas debitor kami UKM. Karena itu kita harus mencoba membantu mereka agar pulih kembali sehingga angsuran dapat dibayar kembali, sebab kalau sektor riil macet, terus terang BTN akan kebingungan," tambahnya. Kodradi menambahkan, bencana lumpur Lapindo turut menyumbang NPL BTN di triwulan I-2007. Menurutnya, bencana lumpur tak hanya merugikan masyaraka, namun juga perbankan karena kredit yang bermasalah."Outstanding (kredit) kita di situ ada sekitar Rp 103 miliar, ada sekitar 4.000 hingga 6.000 debitur. Sekarang kita sedang berusaha bagaimana mengatasinya, saya mengharapkan mereka dapat bantuan ganti rugi, karena dengan begitu mereka akan pulih dan menyelesaikan angsurannya kembali," paparnya. Kodradi juga mengimbau agar perbankan membantu dan menolong para debitor yang bermasalah akibat bencana atau yang usahanya tersendat akibat buruknya perekonomian. "Bank yang menjadi kreditur harus membantu debitornya. Kan ada kelonggaran aturan dari BI (Bank Indonesia) bahwa kalau penyebab bermasalahnya bukan karena attitude tidak baik dari debitor dan bank tersebut tahu kalau dia masih punya potensi dan prospek, maka bank perlu membantu," jelasnya. BTN sendiri menurut Kodradi juga mengalami masalah ini, karena 97 persen kredit yang dikucurkan oleh BTN dari nominalnya adalah kredit UKM.
(dnl/qom)











































