Laba BRI Naik Tipis

Triwulan I-2007

Laba BRI Naik Tipis

- detikFinance
Kamis, 26 Apr 2007 17:19 WIB
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp 1,225 triliun pada triwulan I-2007. Meningkat 4,64 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,17 triliun.Kenaikan laba bersih yang tipis ini terlihat karena kenaikan pendapatan bunga sepanjang triwulan I-2007 yang tercatat Rp 5,94 triliun atau meningkat 13,43 persen dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 4,932 triliun. Sebagian besar pendapatan bunga tersebut diperoleh dari bunga pinjaman sebesar 76,99 persen.Pengucuran kredit BRI pada triwulan I-2007 meningkat 19,17 persen dari Rp 76,409 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 91,059 triliun atau meningkat Rp 14,65 triliun.Total portofolio kredit BRI untuk sektor UMKM mencapai 86,94 persen atau sebesar Rp 79, 167 triliun dari total pinjaman sebesar Rp 91,059 triliun.Fokus kredit BRI tetap disalurkan ke sektor UKM, untuk segmen mikro sebesar Rp 4,37 triliun, usaha kecil Rp 5,808 triliun. Rasio dana terhadap kredit (LDR) pada triwulan I-2007 tercatat sebesar 74,7 persen. Walaupun terjadi bencana dan harga BBM naik, BRI mampu menjaga rasio kredit bermasalahnya (NPL). NPL BRI relatif tekendali dengan NPL gross triwulan I tercatat sebesar 5,31 persen untuk NPL neto 1,32 persen.Demikian disampaikan Direktur Operasional BRI Sarwono Sudarto dalam jumpa pers di Kantor BRI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (26/4/2007).Total Dana Pihak Ketiga (DPK) pada triwulan pertama meningkat 24,74 persen menjadi Rp 121,898 triliun dari Rp 97,723 triliun di periode yang sama tahun 2006.Komposisi DPK pada triwulan pertama, yakni giro sebesar Rp 25,451 triliun atau 20,88 persen, tabungan Rp 57,443 triliun atau 47,12 persen, dan deposito Rp 39,004 triliun atau 32 persen dari DPK."Dengan komposisi pendanaan seperti ini maka perbandingan dana berbiaya relatif murah (giro dan tabungan) dan dana berbiaya relatif mahal atau deposito adalah 68:32," ujarnya.Aset BRI tumbuh 22,7 persen dari 123,945 triliun menjadi Rp 152,165 triiliun. (ddn/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads