Bankir Indonesia Masih Pasif

Gubernur BI:

Bankir Indonesia Masih Pasif

- detikFinance
Jumat, 27 Apr 2007 16:04 WIB
Jakarta - Bankir di Indonesia masih banyak yang bersikap pasif. Bank Indonesia (BI) berharap bankir bisa inovatif dan berkreasi dalam membuka peluang pembiayaan bagi para pelaku usaha.Kelincahan dan kerja keras bankir ini sangat dibutuhkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Hal ini dikatakan oleh Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah dalam pidato pembukaannya di acara Revitalisasi Profesi Bankir Indonesia Menuju Era Perbankan Yang Lebih Sehat, yang diadakan oleh Ikatan Bankir Indonesia (IBI), di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Jumat (27/4/2007)."Para bankir saat ini belum bisa memenuhi harapan masyarakat, mereka masih pasif dan perlu diberi informasi mengenai sektor-sektor ekonomi yang ada karena masih banyak sektor usaha yang belum diberikan kredit," ujarnya.Burhanuddin menambahkan bahwa BI juga mengharapkan agar target pembiayaan perbankan sebesar Rp 150 triliun di tahun ini dapat terealisasikan terutama untuk sektor riil. Menurutnya Indonesia tidak boleh bergantung hanya kepada investasi luar negeri. "Peran bankir belum optimal, karena itu profesionalitas mereka diperlukan untuk memajukan perekonomian dan juga memecahkan masalah tersebut, inilah yang menyebabkan rendahnya kucuran kredit perbankan belakangan ini," ungkapnya.Dia menambahkan bahwa para bankir harus bekerja keras, berinovasi dan berkreasi dalam membuka peluang pembiayaan bagi para pelaku usaha. "Karena itu BI berusaha mengarahkan berbagai kebijakannya untuk memperluas akses informasi peluang pembiayaan kepada bank, mengkaji kemungkinan yang dapat ditempuh untuk men-discourage penempatan akses likuiditas pada instrumen jangka pendek dan meningkatkan kemampuan risiko agar terjadi efisiensi, hal ini diharapkan dapat mengoptimalkan peran para bankir," jelasnya.Burhanuddin juga mengatakan bahwa dengan munculnya kepemilikan asing pada perbankan di Indonesia, baik langsung maupun tidak langsung harus menjadi pemicu bagi bankir lokal untuk semakin kompetitif."Keberadaan bankir asing juga tidak berarti akan mengurangi peran bank dalam pembangunan nasional, tapi perannya cukup bagus," ujarnya. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads