Hindari Banjir Barang Impor
BI Sengaja Tahan Rupiah
Sabtu, 28 Apr 2007 10:13 WIB
Jakarta - Posisi dolar AS terhadap mata uang dunia sedang melemah. Namun rupiah tidak mengalami penguatan signifikan terhadap dolar AS dan hanya bergerak terbatas.Ternyata penyebabnya, Bank Indonesia (BI) memang sengaja menahan penguatan rupiah yang menurut para analis valas saat ini rupiah harusnya berada di bawah 9.000 per dolar AS."Kalau rupiah dibiarkan menguat akan membanjirlah barang-barang impor ke kita dan ekspor kta tidak laku. Ini tidak bagus bagi ekonomi kita," kata Deputi Gubernur BI, Aslim Tadjuddin di acara diskusi pembiayaan perbankan di Hotel Imperial Aryaduta, Karawaci Banten, Sabtu (28/4/2007).Upaya tersebut dimaksudkan untuk menjaga volatilitas nilai tukar rupiah agar tidak bergejolak terlalu tinggi. Serta memberikan kepastian kepada pelaku ekonomi terhadap kestabilan nilai tukar rupiah.Aslim mengungkapkan sebagai bank sentral, BI tentunya tidak akan mengakui atau mengatakan secara eksplisit jika melakukan intervensi di pasar terhadap nilai tukarnya."Dimana-mana itu bank sentral tidak pernah mengakui kalau melakukan intervensi apakah beli atau jual," jelas Aslim.Mengenai posisi cadangan devisa yang terus meningkat, menurut Aslim, selain dari hasil ekspor kenaikan juga dari hasil pengelolaan nilai cadangan devisa itu sendiri.BI menempatkan cadangan devisa secara aman di aset instrumen internasional dengan imbal hasil atau return yang tinggi."Sumber cadangan devisa jelas yang terbesar berasal dari penerimaan ekspor minyak, yang kedua sumbernya dari hasil pengelolaan cadangan devisa tadi," ungkap Aslim.
(ir/ir)











































