NISP Bukukan Laba Rp 81,9 miliar
Senin, 30 Apr 2007 16:00 WIB
Jakarta - PT Bank NISP Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 81,9 miliar pada triwulan I-2007. Laba bersih ini naik 51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 54,2 miliar. Demikian disampaikan Dirut Bank NISP Pramukti Surjaudaja dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (30/4/2007).Pendapatan bunga bersih mencatat juga naik 32 persen menjadi Rp 263,2 miliar dari Rp 199,9 miliar pada triwulan I-2006. "Peningkatan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya penyaluran kredit perseroan. Selain itu pendapatan non bunga naik tajam 160 persen menjadi Rp 95,7 miliar dari Rp 36,8 miliar," ujarnya.Bank NISP pada triwulan I-2007 telah menyalurkan kredit sebesar 38 persen dari Rp 11,8 triliun menjadi Rp 16,2 triliun.Dengan rasio dana pihak ketiga terhadap kredit (LDR) per akhir Maret 2007 mencapai 80,71 persen, naik dari 72,39 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari total portofolio kredit yang disalurkan, 45,8 persen berbentuk modal kerja sedangkan 27,5 persen diperuntukkan untuk investasi dan 26,7 persen untuk konsumer.Penyaluran kredit terbesar berada pada sektor perindustrian dan konsumer dengan persentase masing-masing sebesar 26,8 persen dan 26,7 persen, kemudian diikuti oleh sektor perdagangan 23,0 persen, jasa 18,8 persen, dan lainnya 4,7 persen. "Hal ini sejalan dengan strategi yang dilakukan oleh Bank NISP untuk menjaga kualitas kredit antara lain dengan melakukan diversifikasi sektor usaha, besaran setiap pinjaman, valuta, jangka waktu dan suku bunga," ujarnya.Tingkat kredit bermasalah dibanding total kredit atau NPL (net) per 31 Maret 2007 sebesar 2,36 persen.Rencana penawaran saham terbatas atau rights issue V yang akan dilakukan triwulan II 2007 ini, akan meningkatkan CAR Bank NISP hingga sekitar 21 persen. Saat ini, dengan semakin meningkatnya pemberian kredit, CAR berada di level 16,73 persen per 31 Maret 2007, turun dari 21,34 persen pada Maret 2006. "Dana Rp 702,9 miliar yang diharapkan dari rights issue V ini akan semakin memperkuat permodalan dan sepenuhnya akan disalurkan ke pengembangan usaha melalui aktiva produktif, dimana seluruhnya akan digunakan untuk penyaluran kredit yakni sekitar 75 persen untuk sektor komersial dan 25 persen ke sektor konsumer," ujarnya.
(ddn/ir)










































