BNI London Takkan Ditutup
Jumat, 04 Mei 2007 13:30 WIB
Jakarta - BNI menolak menutup kantor cabangnya di London, Meski Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merekomendasikan agar cabang tersebut ditutup karena dinilai menggerogoti induknya. Penegasan tersebut disampaikan Direktur Utama BNI Sigit Pramono di Gedung Bank Indonesia (BI), Jl. M.H. Thamrin, Jakarta, Jumat (4/5/2007). "Saya kira menutup cabang pertimbangan banyak sekali, tidak hanya itu karena memang cabangkan bisa rugi, terus cabang ditutupkan tidak bisa hanya itu," jelasnya. Sigit menjelaskan, salah satu pertimbangan BNI London tidak ditutup adalah karena cabang tersebut berfungsi sebagai training ground untuk melatih para staf BNI di perbankan internasional. "Jadi banyak sekali pertimbangannya, menutup cabang itu harus banyak sekali pertimbangannya karena membukanya kembali juga akan sulit sekali," jelasnya. "Jadi saya kira perlu kajian, menurut saya terlalu tergesa-gesa kalau hanya karena kesalahan transaksi maka warungnya ditutup, saya kira agak berlebihan," tambahnya. Menurut Sigit, untuk masalah kredit macet yang terjadi dari pemberian pinjaman kepada nasabah internasional akan segera diselesaikan. "Ya kalau kesalahan yang menyangkut pidana dan sebagainya akan kita urus, tidak masalah, tapi kan tidak harus dengan penutupan cabang begitukan," jelasnya.
(dnl/qom)











































