BI Minta SDM Syariah Diperbaiki

BI Minta SDM Syariah Diperbaiki

- detikFinance
Jumat, 04 Mei 2007 17:57 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) meminta SDM perbankan syariah diperbaiki sehingga memiliki kualitas yang baik. Hal ini diperlukan untuk mencapai pangsa pasar perbankan syariah sebesar 5 persen di tahun 2008."Jadi bukan hanya karena mereka kelihatan seperti pakai kopiah dan berjenggot saja, dan juga mereka yang memiliki kemampuan untuk berkiprah di perbankan syariah," saran Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah di Gedung BI, Jl. M.H Thamrin, Jakarta (4/5/2007). Menurut Burhanuddin, jika ingin mencapai pertumbuhan tersebut, maka diperlukan sekitar 40 ribu pegawai untuk menangani perbankan syariah."Ini suatu jumlah yang sangat besar karena itu mereka menyarankan juga pendidikan, training dan sosialisasi," ujarnya.Dia menambahkan bahwa akan ada semacam pelatihan untuk meningkatkan SDM perbankan syariah untuk mencapai target tersebut. "Hendaknya dilaksanakan secara sistematik, terprogram, terencana, dan dalam konteks materi yang relevan dengan perbankan syariah," imbuhnya."Tadi pagi kita ada pertemuan breakfast meeting dengan perbankan syariah dan juga dengan bank-bank yang berminat memiliki Unit Usaha Syariah (UUS), kita menyampaikan satu harapan kepada mereka yang sudah bergiat di syariah," imbuhnya. Selain itu, lanjut Burhanuddin, BI juga berharap agar bank-bank yang telah memiliki usaha syariah lebih memperbesar usaha syariahnya tersebut. "Kita punya target yang cukup ambisius, yaitu pada 2008 supaya share perbankan syariah bisa menjadi 5 persen," ujarnya. Burhanuddin mengatakan bahwa Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang akan dikeluarkan mengenai perbankan syariah yang telah ditandatangani kemarin pada dasarnya adalah untuk memberi kesempatan kepada semua cabang bank konvensional untuk menampung dana dari masyarakat dengan cara syariah. "Mereka juga bisa menyalurkan dana dengan cara syariah, jadi kalau tempo dulu hanya mengumpulkan dana saja, sekarang sudah menyeluruh kegiatannya," jelasnya. (dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads