Bank Mandiri-BCA Siap Danai Tol Cikampek-Palimanan

Bank Mandiri-BCA Siap Danai Tol Cikampek-Palimanan

- detikFinance
Sabtu, 05 Mei 2007 16:14 WIB
Jakarta - Bank-bank kian agresif mendanai proyek infrastruktur. Kali ini Bank Mandiri dan BCA yang sepakat untuk mendanai pembangunan ruas jalan tol Cikampek-Palimanan. Keputusan pendanaan oleh dua bank terbesar itu kini tengah menunggu persetujuan final dari komite kredit bank masing-masing. Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Sandiaga S. Uno dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Sabtu (5/5/2007). LMS merupakan pemegang konsesi ruas jalan tol Trans Java dengan jarak 116 kilometer yang membentang dari Cikampek ke Palimanan. "BCA dan Bank Mandiri telah menyatakan kesediaanya untuk berperan sebagai joint arranger dalam proyek ini, sehingga tentu ini merupakan perkembangan yang signifikan dalam upaya kami memulai pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan," kata Sandiaga.Pembangunan ruas jalan tol Cikampek-Palimanan ini akan membutuhkan investasi sebesar Rp 7 triliun. Menurut Sandiaga, kedua bank tersebut diharapkan dapat bersama-sama membentuk suatu sindikasi bank untuk memberikan pinjaman sebesar Rp 5 triliun guna membiayai proyek jalan tol sepanjang 116 kilometer tersebut. Sementara sisa dana yang dibutuhkan untuk investasi sebesar Rp 2 triliun akan diinvestasikan oleh PT LMS dalam bentuk ekuitas.PT LMS siap untuk memulai proses konstruksi jalan tol Cikampek-Palimanan. Namun menurut Sandiaga, hal itu bergantung pada upaya Pemerintah untuk mempercepat proses pembebasan lahan. "Dengan kebijakan baru dan peraturan operasional yang mendukung, kami percaya bahwa apa yang menjadi bagian tanggung jawab Pemerintah dapat terlaksana tepat waktu dan sesuai dengan anggaran yang telah disepakati," jelasnya.Rancang bangun akhir dari pembangunan jalan tol ini diharapkan sudah selesai akhir bulan Juni. Proyek jalan tol ini akan menghubungkan kota Merak di sebelah barat pulau Jawa dengan Banyuwangi di sebelah timur pulau Jawa. PT LMS memiliki masa hak konsesi untuk membangun dan mengoperasikan jalan tol tersebut selama 35 tahun.Perusahaan tersebut sebelumnya dimiliki oleh PT Bhaskara Utama Sedaya (85%) and PT Jasa Marga (15%). Namun Plus Expressways Berhad, perusahaan operator tol terkemuka di Malaysia yang sebagian besar dimiliki oleh Khazanah Nasional Berhad dan operator jalan tol North-South Highway, saat ini dalam proses untuk memperoleh persetujuan dari pihak yang berwenang untuk mengakuisisi saham mayoritas (55%) di perusahaan ini. (qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads