Dirut BNI: Suku Bunga RI Terendah dalam Sejarah
Selasa, 08 Mei 2007 17:00 WIB
Jakarta -
Penurunan BI Rate secara otomatis akan diikuti dengan penurunan suku bunga pinjaman perbankan. Saat ini suku bunga pinjaman tercatat paling rendah dalam sejarah.Hal tersebut disampaikan Dirut BNI Sigit Pramono usai jumpa pers mengenai Apconex 2007 di Krakatau Room, JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (8/5/2007)."Suku bunga kan sekarang paling rendah dalam sejarah. Dulu umumnya suku bunga pinjaman atau kredit bank di atas 20 persen, sekarang jauh di bawah 20 persen," ujarnya.Rata-rata nasional, suku bunga pinjaman saat ini sudah mencapai 14-16 persen.Meski suku bunga terus turun, namun Sigit mengaku sektor riil masih rendah dalam menyerap kredit perbankan, dengan undisbursement loan tercatat hingga Rp 170 triliun. Hal ini terjadi bukan hanya karena suku bunga bank yang masih tinggi."Suku bunga pinjaman itu bukan satu-satunya penyebab kredit itu masih rendah, masih banyak hal lain yang harus kita pikirkan dan selesaikan," ujarnya.Dari sisi perbankan, untuk mempercepat penyerapan kredit, bank akan terus melakukan efisiensi baik itu efisiensi tenaga kerja, biaya telekomunikasi maupun teknologi.
(ddn/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
