BNI Siap Biayai Sektor Migas
Rabu, 09 Mei 2007 12:16 WIB
Jakarta - Sebagai bank BUMN yang berportofolio kredit korporasi, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) siap memberikan kredit untuk sektor industri minyak dan gas. Bahkan untuk tahun ini BNI menyiapkan hingga Rp 2 triliun untuk penyaluran kredit di sektor ini.Demikian disampaikan Dirut BNI Sigit Pramono, diacara 'The 2007 Asia Pacific Conference and Exhibition on Banking Excellence', di Jakarta Convention Center, Rabu (9/5/2007)."Sektor minyak dan gas memang prioritas yang kita biayai, tahun ini alokasinya besar bisa sampai 1 hingga 2 triliun," ujar Sigit. Menurut Sigit, BNI tentunya akan melihat terlebih dahulu profil dari perusahaan dan kontaktor migas yang mengajukan kredit ke BNI, guna tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit."Kita akan melihat sponsor perusahaannya siapa dan ladangnya dimana," ucap Sigit.Perihal proyek migas kilang LNG Tangguh, dikatakan Sigit, BNI saat ini belum ada komitmen untuk mengucurkan kredit, namun siap untuk mengucurkannya jika memang sudah ada kesepakatan."Tapi kita siap karena ini proyek yang baik untuk pembiayaan," tukas Sigit.Untuk proyek kilang LNG Tangguh di Papua, pemerintah akan mengajak perbankan nasional untuk ikut membiayainya. Beberapa bank besar di Indonesia seperti Bank Mandiri, Bank Central Asia (BCA) dan BNI akan diundang untuk membentuk konsorsium dengan perbankan Cina dan Internasional.Sebelumnya Deputi Finansial dan Ekonomi BP Migas Edi Purwanto menyatakan dalam waktu dekat akan membuat kategori dan mengirim surat ke bank-bank besar dalam negeri untuk ikut membiayai proyek Tangguh.Selain proyek minyak dan gas, dilanjutkan Sigit, BNI juga tertarik membiayai proyek monorel yang kemarin batal dibiayai oleh Dubai Islamic Bank."Kita ajak beberapa bank, misalnya Bank DKI, itu target kredit kita, belum ada komitmen sih, kita akan membiayai sepanjang bankable," tukas Sigit.
(hdi/ir)











































