BI Enggan Beli SPN di Pasar Perdana
Senin, 21 Mei 2007 14:58 WIB
Jakarta - Pemerintah akan menggelar lelang perdana Surat Perbendaharaan Negara (SPN) pada 29 Mei mendatang. Namun karena jumlah yang diterbitkan relatif kecil yakni Rp 2 triliun, Bank Indonesia (BI) mengaku lebih memilih membeli SPN di pasar sekunder.Hal tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/5/2007)."Untuk SPN, kan jumlah yang akan diterbitkan masih relatif kecil, jadi kita masih belajar lah untuk SPN ini. Kemungkinan BI tidak akan masuk di pasar primer, tapi BI masuk di pasar sekunder, karena masalah pajak, dan ini sudah kami bicarakan dengan pemerintah," ujarnya.BI menilai, dengan 18 dealer utama (primary dealer, yang terdiri dari 14 bank dan 4 perusahaan efek sudah cukup untuk pembelian SPN di pasar perdana."Nanti di pasar sekunder, BI akan masuk akan operasi moneter, dan kami pikir dengan adanya primary dealer yang ditunjuk oleh pemerintah, itu sudah cukup dengan nominal SPN yang akan diterbitkan," ujarnya.SPN lanjut Burhanuddin diyakini dalam 5-20 tahun ke depan dapat menyerap lebih banyak likuiditas.Kalau disimpan dalam Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dana hanya diam begitu saja, sementara di SPN, dana masuk ke kas pemerintah dan dapat digunakan untuk menggerakan sektor riil. "Nah jadinya balik lagi ke sektor riil," ujarnya.
(ddn/qom)










































