Due Dilegence Askrindo Rampung Akhir Mei
Senin, 21 Mei 2007 17:23 WIB
Jakarta - Proses uji tuntas (due diligence) terhadap Askrindo (Asuransi Kredit Indonesia) akan selesai pada akhir Mei 2007 ini. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/5/2007). "Berbagai skenario sudah disiapkan BI, dan BI sudah menghitung berapa kebutuhan (Askrindo), dan sekarang ini Askrindo sedang dilakukan due diligence dan akan selesai akhir Mei," jelasnya. Burhanuddin mengatakan bahwa BI dan pemerintah sudah sepakat pada bulan Juni 2007 suntikan modal pemerintah kepada Askrindo sudah berjalan. "Tambahan modal untuk Askrindo semata-mata ini dimaksudkan untuk menambah investor masuk," imbuhnya. Adapun suntikan modal yang akan diberikan kepada Askrindo adalah sebesar Rp 1 triliun dalam rangka peningkatan kapasitas jaminannya. "Kapasitas penjaminan yang dapat dilakukan oleh Askrindo yang masih sesuai dengan prinsip kehati-hatian maksimum 24 kali jumlah ekuitas atau modalnya," imbuh Burhanuddin. Menurutnya dengan penambahan modal tersebut, Askrindo diharapkan dapat memberikan penjaminan kredit sebesar Rp 24 triliun. "Namun jaminan yang diberikan Askrindo tidak sebesar 100 persen, tergantung perjanjian risk sharing dengan bank yang memberikan pinjaman, biasanya antara 50-75 persen," imbuhnya. Dia menambahkan bahwa berdasarkan hal tersebut maka sebenarnya pinjaman yang diberikan kepada UMKM bisa mencapai Rp 34 triliun. Tambahan dana Rp 1 triliun sehingga Askrindo bisa memberikan penjaminan kredit Rp 24 triliun, jaminan yang diberikan oleh Askrindo tidak sebesar 100 persen tapi hanya 50-75 persen tergantung perjanjian risk sharing dengan bank yang memberikan pinjaman. Berdasarkan hal tersebut maka sebenarnya pinjaman yang diberikan kepada UMKM bisa mencapai Rp 34 triliun.
(dnl/ir)










































