RI Belum Persiapkan Skenario Terburuk Akibat Dana Asing
Selasa, 22 Mei 2007 18:42 WIB
Jakarta - Dana-dana asing terus membanjiri negara-negara Asia. Sejumlah negara sudah mempersiapkan skenario terburuk dari datangnya dana-dana asing itu. Namun sayangnya, Indonesia belum mempersiapkannya.Hal tersebut disampaikan Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Airlangga Hartanto disela-sela Kongres Luar Biasa Ikatan Akuntan Indonesia di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (22/5/2007)."Pasar yang bullish seperti ini tidak hanya di Indonesia, tapi juga Hong Kong, Cina dan Singapura. Bedanya dengan mereka, mereka sudah menyiapkan skenario terburuk," ungkap Airlangga.Ia mengungkapkan, dana asing di pasar saham saat ini sudah mencapai Rp 550 triliun, di Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp 77 triliun, SBI Rp 45 triliun dan obligasi Rp 3 triliun."Ini sebenarnya berbahaya karena dana yang masuk itu karena sentuhan regional," tegasnya.Apa yang harus dilakukan? "Kita harus cepat-cepat punya regulasi short selling. Biasanya kalau turun dikit kan langsung jadi drastis, nah short selling ini menjadi buffer. Buffer itu biar turunnya seperti tangga, bertahap," jelasnya.Menurutnya, Singapura sudah mengadopsi aturan tersebut sejak 6 bulan lalu. "Kini kita sudah usulkan ke Bapepam dan BEJ. Katanya sekarang sedang dihitung," tandasnya.
(lih/qom)











































