BI Minta Perbankan Tambah Modal Unit Syariah Minimal 5%
Rabu, 23 Mei 2007 14:00 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) meminta perbankan menambah modal untuk unit syariahnya hingga minimal 5 persen dari modal bank. Permintaan itu disambut baik para pelaku syariah."Kita minta mereka meningkatkan modalnya. Kita minta baik-baik untuk naik minimal 5 persen. Tapi itu juga tergantung perusahaan, kalau memang mau ekspansi, kan butuh tambahan modal," ujar Deputi Gubernur BI Siti Fadjrijah.Ia menyampaikan hal itu dalam konferensi pers saat 'Shariah Business Gathering' di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (23/5/2007).Kepala Divisi unit Syariah Bank DKI, Abdullah Aljeffry mengaku setuju dengan usulan BI tersebut. "UUS (Unit-unit syariah) dan BUS (Bank Umum Syariah) memang harus meningkatkan modalnya untuk mengejar pangsa pasar," ujarnya.Khusus untuk Bank DKI, modal unit syariahnya saat ini mencapai Rp 25 miliar, atau meningkat dibandingkan sebelumnya yang hanya Rp 13,5 miliar. "Tapi itupun masih di bawah 5 persen," tambahnya. Unit Syariah AsingMengenai bank asing yang sudah membuka unit syariahnya, menurut Fadjrijah saat ini baru 1 yakni HSBC. "Lainnya baru berencana. HSBC itu dia memang sudah ada dari induknya dan terbesar di Timur Tengah. Tapi di Indonesia market share-nya belum besar," ujar Fadjrijah yang mengaku tidak tahu nilainya. Sementara untuk bank yang sudah mengajukan permintaan membuka unit syariah antara lain BPD dan Bank Lippo. "Mereka sudah datang ke saya, tapi pengajuan resminya saya tidak tahu," ungkapnya.
(qom/ddn)











































