Soal Target Kredit 2008
Menkeu: Angka Tidak dari Langit
Kamis, 24 Mei 2007 14:43 WIB
Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia tidak sepakat soal target pertumbuhan kredit tahun 2008 yang diharapkan bisa menyumbang pertumbuhan ekonomi 6,8 persen. BI menilai angka yang disampaikan pemerintah terlalu tinggi.Namun Menteri Keuangan Sri Mulyani justru berarguman, angka pertumbuhan kredit itu didapatnya dari BI.Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani usai Rapat Kerja dengan Panitia Anggaran DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/5/2007). "Angka itu sebetulnya sudah selalu koordinasi dengan BI, karena angka Rp 210 triliun itu termasuk modal ventura dan berbagai hal, kalau pure kreditnya itu Rp 160 triliun cukup persis. Jadi kita tidak dapat angka itu dari langit kita mintanya dari BI juga," jelasnya. Sri Mulyani sebelumnya mengatakan, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6,8 persen tahun 2008, dibutuhkan investasi Rp 1.296 triliun. Dari jumlah itu, pemerintah hanya bisa menyediakan Rp 173,6 triliun.Sisanya diharapkan dari BUMN, swasta, publik, pasar modal. Sementara untuk kredit perbankan diharapkan berpartisipasi hingga Rp 210 triliun, atau berarti harus mencapai pertumbuhan 33 persen.Atas target tersebut, Gubernur BI Burhanuddin Abdullah mengatakan, target itu cukup berat. "Pengalaman menunjukkan begitu. Dalam sejarah kita, kredit paling tinggi dicapai itu 24 persen," ujar Burhanuddin, Selasa (22/5/2007).
(dnl/qom)











































