SPN Terbit, Lelang SBI Tak Goyah
Rabu, 30 Mei 2007 11:00 WIB
Jakarta - Penerbitan Surat Perbendaharaan Negara (SPN) sebesar Rp 2 triliun pada Selasa (29/5/2007) tidak akan mempengaruhi lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) hari ini."SBI tidak ada masalah, instrumennya kan berbeda, dan perbankan sendiri kan sudah memiliki jadwal masing-masing untuk mengatur likuiditasnya," kata Kepala Biro Humas BI Filianingsih, saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Rabu (30/5/2007).Penerbitan instrumen SPN, memang sedianya dimaksudkan pemerintah untuk sedikit demi sedikit mengurangi jumlah penempatan dana di SBI. Dalam lelang SPN perdana, pemerintah hanya menyerap Rp 2 triliun dari Rp 12 triliun penawaran yang masuk.Jumlah tersebut memang belum berimbang dengan lelang SBI yang selama ini digelar tiap pekan, dengan dana yang diserap mencapai puluhan triliun.Dalam lelang SBI pekan lalu, jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp 47,12 triliun, dan yang diserap adalah Rp 47,12 triliun, dengan tingkat diskonto 8,75 persen. Tanggal jatuh temponya adalah 21 Juni 2007, dengan frekuensi penawaran lelang sebanyak 164 transaksi.Dijelaskan Filianingsih, instrumen SPN dan SBI merupakan instrumen yang berbeda. Karena SBI merupakan instrumen moneter yang dimaksudkan untuk menyerap likuiditas dan SPN adalah instrumen investasi.Menurut Filianingsih, kedepan jika jumlah SPN semakin besar, maka tentunya dana-dana yang ditempatkan di SBI dapat beralih ke SPN."SPN nantinya mungkin bisa, tapi kalau jatuh temponya sudah besar, SBI kan jatuh temponya puluhan triliun," jelasnya.
(hdi/qom)











































