BNI akan Danai 11 Proyek Pembangkit Senilai Rp 7 Triliun
Rabu, 30 Mei 2007 14:27 WIB
Jakarta - Bank Negara Indonesia (BNI) menerima 11 pengajuan pendanaan pembangkit listrik senilai Rp 7 triliun. Jika disetujui, maka akan menambah porsi BNI di sektor energi yang sebelumnya sudah terealisasi sebanyak Rp 2 triliun dalam cashflow dan Rp 4,6 triliun dalam non cashflow. "Dari 11 proyek itu, 60% berada di luar Jawa, 40% di Jawa," kata Dirut BNI Sigit Pramono menyatakan hal tersebut usai penandatanganan perjanjian kredit pembangunan PLTU Tanjung Kasam di kantor PLN, Rabu (30/5/2007).Namun ia menegaskan, tidak semua permohonan bisa disetujui tahun ini. Karena alokasi BNI untuk sektor energi tahun ini hanya Rp 9 triliun, hingga tinggal tersisa Rp 1,4 triliun. "Nanti kalau disetujui jadi Rp 9 triliun, kita akan lihat bankable tidaknya itu nanti," tambahnya. Alokasi BNI disektor energi ini mengambil porsi sekitar 10% dari total kredit yang dikucurkannya tahun ini, yaitu Rp 68 triliun. Menurut Sigit, sektor energi sebenarnya selalu menarik bagi perbankan, walau orang bilang resikonya tinggi. Resiko akan menjadi tinggi jika proyek tersebut dilakukan oleh pemain baru, karena sektor ini membutuhkan pemain yang berpengalaman. "Tergantung bagaimana melihatnya high risk atau tidak. Tergantung pemainnya, apakah lama atau baru," ujarnya.
(lih/qom)











































