Bank DKI Masih Pilih Kredit Konsumer Ketimbang KMK
Sabtu, 02 Jun 2007 13:25 WIB
Jakarta - Bank DKI masih akan fokus untuk mengucurkan kredit konsumer ketimbang Kredit Modal Kerja (KMK). Hal ini dikarenakan masih adanya kesulitan untuk masuk ke KMK.Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama Bank DKI, Winny E. Hasan di sela-sela penyelenggaraan ujian sertifikasi manajemen resiko, di Hall A Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakarta, Sabtu (2/6/2007). "Kita masih cukup sulit masuk ke KMK karena harus menyiapkan semua kerangka aturannya, memang persiapan untuk masuk ke KMK tidak mudah," jelasnya. Karena hal tersebut Winny mengatakan bahwa untuk tahun ini Bank DKI masih akan memperbesar porsi kreditnya di sektor pembiayaan konsumer. "Tahun ini rasio kredit antara konsumer dan KMK masih 70:30," tambahnya. Dia mengungkapkan untuk pembiayaan konsumer, Bank DKI akan lebih banyak memberikan dalam bentuk kredit multiguna. "Kami biasa memberikan kredit multiguna kepada pegawai negeri dan juga biasanya untuk para guru," imbuhnya. Winny menambahkan, kredit yang akan dikucurkan oleh Bank DKI pada tahun 2007 adalah sebesar Rp 9 triliun. Sementara untuk pembiayaan infrastruktur, Winny mengatakan bahwa sebenarnya Bank DKI berminat untuk terjun ke sektor ini. "Tapi seperti yang kita tahu banyak proyek-proyek infrastruktur yang mundur pelaksanaannya, meskipun begitu kita masih berminat untuk mendanai sektor ini seperti untuk pembangunan jalan tol dan monorail," ucapnya.
(dnl/qom)











































