Joki Ujian Bankir Dihadang Alat Pendeteksi Khusus
Sabtu, 02 Jun 2007 14:40 WIB
Jakarta - Badan Sertifikasi Manajeman Resiko (BSMR) tidak mau sembarangan dalam menyelenggarakan ujian sertifikasi manajemen risiko. Masalah keamanan untuk menghindari kecurangan dalam ujian sangat diperhatikan untuk dapat benar-benar menghasilkan bankir yang berkualitas. Hal tersebut dikatakan oleh Anggota Dewan Penasehat BSMR yang juga mantan Deputi Gubrenur Bank Indonesia Maman H. Soemantri dalam konferensi pers penyelenggaraan ujian sertifikasi manajemen resiko di Hall A Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakarta, Sabtu (2/6/2007). "Kita terus berusaha mengamankan ujian dari praktek joki dan juga pemalsuan sertifikat," jelasnya. Usaha-usaha yang dilakukan, menurut Maman adalah dengan menggunakan sebuah alat pendeteksi yang menjamin bahwa peserta yang ikut ujian adalah bukan joki. "Kami saat ini menggunakan alat deteksi canggih yang disebut venna vascular yang mendeteksi denyut nadi dan pembuluh darah," ujarnya. Dari pantauan detikFinance, memang di depan ruang ujian tampak panitia menggelar alat tersebut, dan para peserta harus dideteksi terlebih dahulu dengan alat itu. "Jadi dengan alat itu, tidak akan ada lagi praktek perjokian, sehingga benar-benar diperoleh hasil yang memuaskan dan menjadi referensi Bank Indonesia," ujarnya. Selain itu, untuk sertifikatnya Maman mengatakan bahwa kertas yang dipakai juga mengandung pengaman sehingga tidak bisa dipalsukan. "Jadi semua ini penting untuk menjadi bahan laporan yang pasti ke BI," ungkapnya.
(dnl/qom)











































