Fitch: Kinerja Perbankan RI 2007 Lebih Baik

Fitch: Kinerja Perbankan RI 2007 Lebih Baik

- detikFinance
Selasa, 05 Jun 2007 11:24 WIB
Hong Kong - Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings memperkirakan kinerja keuangan dari perbankan Indonesia akan lebih baik pada tahun ini. Membaiknya keuangan itu didukung oleh suku bunga yang mendukung dan pertumbuhan produk domestik bruto (GDP) yang lebih kuat. Menurut siaran pers dari Fitch yang diterima detikFinance, Selasa (5/6/2007), hal ini mendukung Prospek Positif (Positive Outlook) dari 10 bank besar yang memperoleh peringkat internasional 'BB-' (BB minus) dari Fitch. Fitch menilai fundamental profitabilitas perbankan di tahun 2006 tetap cukup baik meskipun iklim usaha lebih berat di paruh pertama tahun 2006. Perbankan Indonesia membukukan ROA sebesar 1,7% dan margin bunga bersih sebesar 6,0% di tahun 2006, yang merupakan salah satu yang tertinggi di Asia.Meskipun demikian, Fitch menilai kualitas aset merupakan salah satu tantangan yang masih harus dihadapi mengingat rasio NPL meningkat hampir dua kali lipat ke 10,8% pada akhir semester 1 2006 sebelum menurun ke 7,5% pada akhir tahun. Menurut Fitch, kualitas aset hanya sedikit memburuk pada beberapa bank swasta nasional yang kini dimiliki oleh pihak asing karena penerapan manajemen resiko yang lebih baik yang diperkenalkan oleh pemilik asing yang secara keuangan lebih kuat dan memiliki reputasi yang lebih baik. Sementara bank-bank milik pemerintah seperti Bank Mandiri dan BNI masih perlu meningkatkan banyak hal. Tantangan bagi bank-bank swasta lain adalah bagaimana menjaga disiplin dalam menerapkan kontrol terhadap resiko dan prosedur untuk menangani aset kredit yang semakin meningkat, termasuk portofolio kredit ritel yang belum teruji. Regulasi modal minimum yang lebih tinggi, yaitu Rp 100 miliar pada tahun 2010, telah mendorong terjadinya penjualan beberapa bank-bank kecil ke bank-bank asing yang tertarik. "Ini akan memperingan kerja pengawasan dari regulator dan secara umum dilihat sebagai hal positif bagi perkembangan industri perbankan karena pemain yang lebih kecil akan bergabung dengan bank yang lebih besar dan kuat atau dengan institusi keuangan asing," demikian pernyataan Fitch. Meskipun menyadari potensi manfaat dari konsolidasi, namun Fitch juga memberi perhatian terhadap kemungkinan efek negatif dari rasionalisasi yang dipaksakan, yang mungkin bisa berakibat buruk terhadap bank dan sistem perbankan secara umum. "Mungkin lebih tepat untuk mengadopsi sistem yang lebih fleksibel dalam mendorong konsolidasi sehingga mekanisme pasar bisa bekerja," demikian pernyataan Fitch. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads