BMI Kantongi Izin Leasing Syariah Pertama di Indonesia
Selasa, 05 Jun 2007 14:02 WIB
Jakarta - Bank Muamalat Indonesia (BMI) akhirnya mengantongi izin dari Departemen Keuangan untuk membentuk perusahaan pembiayaan (leasing) syariah pertama di Indonesia yakni Al Ijarah Indonesia Finance.Pemegang saham dari perusahaan pembiayaan syariah itu adalah International Leasing Islamic Company (ILIC), yang merupakan anak perusahaan IDB, Bank Bubian of Kuwait dan tentu saja Bank Muamalat Indonesia (BMI). "Kedepan kita berharap perusahaan leasing Islam pertama (di Indonesia) ini menjadi perusahaan pembiayaan sindikasi besar internasional," jelas Dirut BMI Riawan Amin usai bertemu dengan Wapres di kantor Wapres, Jakarta, Selasa (5/6/2007).Menurut Riawan, izin leasing Islam itu dulunya sempat ditutup oleh Depkeu yang tidak memperbolehkan adanya perusahaan pembiayaan baru. "Tapi kemudian aturan itu diubah," ungkapnya. Dan sejak sebulan lalu, BMI sudah mengantongi izin untuk leasing Islam itu. "Insya Allah Juli kita launching. Kita berharap pada saat launching itu sudah ada sebuah pembiayaan sindikasi internasional yang kita teken pada saat bersamaan," paparnya.Modal awal sebesar Rp 100 juta itu nantinya akan ditanggung 3 investor Al Ijarah Indonesia Finance. Modal itu selanjutnya akan terus bertambah."Setelah diluncurkan, mungkin akan ada penambahan saham baru untuk memperbesar porsi dan pemain dari Timteng," katanya.Pastinya, target modal itu akan disesuaikan dengan kebutuhan. Jika pembiayaan dan proyek bertambah, tentu saja modal itu harus ditambah."Artinya, dari aspek permodalan tidak ada masalah, BMI mungkin akan berhenti disitu, tapi dari sisi investor internasional akan menambah terus sesuai kebutuhan," ungkapnya.Ia mengakui bahwa Al Ijarah Indonesia Finance menghadapi kendala soal kecocokan selera antara Indonesia dan Timur Tengah. Menurut Riawan, investor Timur Tengah itu menginginkan masuk ke proyek real estate dan infrastruktur."Kami akan minta data ke staf Wapres karena listrik juga masuk. Listrik kebutuhan mendasar bagi rakyat dan didukung pemerintah. Kita berharap masuk kesana," tandasnya.
(qom/ir)











































