Setoran Dividen BTN Cuma 10%

Dapat Keringanan

Setoran Dividen BTN Cuma 10%

- detikFinance
Senin, 11 Jun 2007 13:48 WIB
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (BTN) mendapat keringanan pembayaran setoran dividen ke APBN. Bank kredit perumahan ini dibolehkan setor hanya 10 persen dari laba bersih 2006.Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama BTN Kodradi di sela-sela seminar Jaring Pengaman Sektor Keuangan di Gedung Bank Indonesia (BI), Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (11/6/2007)."Kemarin saya bersyukur anggaran dari APBN untuk setor dividen memang kelihatannya memang sudah tercapai dan saya dapat kemudahan setoran dividen hanya 10 persen," ungkap Kodradi.Dengan setoran dividen hanya 10 persen, jumlah laba ditahan BTN tahun 2006 sekitar Rp 300 miliar. "Dengan hanya 10 persen dividen yang disetor maka sekitar Rp 300 miliar lebih tertinggal di-retained earning (laba ditahan) dan jadikan tambah modal saya," tambahnya.Kodradi mengatakan, perseroan sudah melakukan kuasi reorganisasi sebagai satu tahapan untuk privatisasi pada beberapa waktu lalu. "Nah dari situ ada revaluasi aset, InsyaAllah kalau Rp 900 miliar dapat jadi Rp 1,2 triliun mungkin saya dapat tahun ini," ujarnya. Dengan begitu BTN tinggal berusaha menghimpun dana untuk program pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) 1.000 tower. Untuk rusunawa ini Kodradi mengatakan ada kemungkinan BTN merevisi target pembiayaan rusun. "Sampai sekarang sudah 6 bulan, ada kemungkinan saya merevisi target-target rusun. Kalau tidak jalan jadi saya bisa mengalihkan ke target sektor riil yang lain," imbuhnya. Sementara untuk privatisasi melalui IPO, Kodradi mengatakan bahwa tidak mungkin dilakukan di tahun ini. "Mungkin tahun depa, tergantung dari Komite Privatisasi," ujarnya. "Jadi kalau melihat gejalanya tidak mungkin tahun ini, kan ada proses dan prosedur penunjukkan timnya, penunjukan lembaga-lambaga penunjang. Jadi privatisasi itu perlu waktu dan saya pribadi sebetulnya ingin cepat selesai, kalau sudah go public kan enak, kan sudah lega sudah mengantar menjadi perusahaan publik," tuturnya. (dnl/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads