Wapres: Bank Syariah Tak Adil

Wapres: Bank Syariah Tak Adil

- detikFinance
Rabu, 13 Jun 2007 17:36 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla mengingatkan kalangan perbankan syariah mengelola usahanya lebih efisien. Perbankan syariah saat ini dinilai Wapres tidak adil.Jika terus menerus seperti ini, Wapres pesimistis bank syariah bisa mencapai target pangsa pasar 5 persen.Kritikan itu disampaikan Wapres saat membuka Munas ke-4 Asosiasi Bank Syariah Indonesia di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (13/6/2007)."Bunga pinjaman di bank umum paling 9-12 persen. Tapi di bank syariah bisa 20 persen karena biaya administrasinya dibikin tinggi atas nama syariah. Pemikirannya memang mencari keadilan, tapi yang terjadi tidak adil. Kalau masih seperti ini, jangan harap bisa mencapai target pasar sampai 5 persen. Rakyat punya alternatif, jangan adil prosesnya, tapi mahal hasilnya," ketus Wapres.Untuk itu, Wapres meminta perbankan syariah melakukan efisiensi. Salah satunya adalah dengan mengurangi jumlah kantor cabang. "Dulu bank kita mudah kena krisis karena cabangnya terlalu banyak, sehinga biaya modal dan operasional besar. Bila bank syariah bergerak dengan BPR sebegitu banyak, maka akan mengulangi hal yang sama," sarannya. Efisiensi itu menurut Wapres bisa dilakukan dengan mengoptimalkan kelebihan yang tidak dimiliki bank konvensional. Salah satunya adalah menjalin kemitraan dengan bank-bank syariah di Timur Tengah yang saat ini punya banyak dana. "Sekarang zaman minyak, duit banyak di Timur Tengah. Efisiensi bisa tercapai bila ada link up dengan bank-bank disana, yang punya banyak dana murah," ujarnya.Menurut Wapres, jika perbankan syariah tidak efisien, maka tingginya biaya operasional pada akhirnya dibebankan kepada nasabah dalam bentuk biaya administrasi.Meski tidak menetapkan bunga, tapi pada prakteknya biaya administrasi yang harus dibayarkan nasabah bank syariah jauh lebih tinggi dibandingkan bank konvensional. Hal ini tentu membuat nasabah merasa tidak mendapat keuntungan yang berarti dari bank syariah selain sistem syariah. Dengan demikian, lanjut Wapres, tentunya nasabah pada akhirnya lebih memilih bank konvensional yang dianggap lebih mampu memberi keuntungan. (qom/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads