Permintaan Kredit via Bank Turun
Kamis, 14 Jun 2007 12:58 WIB
Jakarta - Perbankan kini tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pembiayaan. Banyaknya alternatif seperti pasar modal dan pinjaman asing membuat permintaan kredit melalui perbankan turun.Demikian diungkapkan oleh Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo disela-sela acara penandatanganan komitmen bersama dan peluncuran cetak biru edukasi masyarakat di bidang perbankan di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/6/2007). Penurunan kredit perbankan ini juga karena kondisi rupiah yang menguat. Pasalnya penguatan rupiah bagi eksportir justru mengurangi tingkat kompetitif barangnya di luar negeri karena harganya menjadi mahal. Akibatnya dalam kondisi rupiah menguat, eksportir cenderung mengurangi produknya serta mengurangi modal kerjanya.Agus juga melihat, aktifnya pasar modal saat ini makin mengurangi porsi pembiayaan perbankan. Termasuk dana asing yang masuk melalui pinjaman bank asing atau menerbitkan obligasi di luar negeri oleh perusahaan di Indonesia.Di tempat yang sama Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah mengaku sangat mencermati penurunan kredit yang terjadi di perbankan, padahal tingkat bunga sedang turun."Suku bunga turun yang diikuti penurunan kredit terjadi karena di awal tahun 2007 ini ada beberapa nasabah yang melunasi kreditnya, sehingga kredit perbankan turun," ujar Burhanuddin.Penurunan kredit bank terjadi karena nasabah-nasabah di bank besar melunasi dan mengalihkan sumber pendanaannya ke tempat lain. Misalnya, dengan menerbitkan obligasi korporasi."Ini harusnya jadi perhatian bagi bank karena cukup signifikan dan juga jadi perhatian BI," tandas Burhanuddin.
(ir/qom)











































