CIMB Siapkan Bank Niaga Jadi Bank Regional
Senin, 18 Jun 2007 15:55 WIB
Jakarta - CIMB Group yang merupakan sister company PT Bank Niaga Tbk berencana menjadikan Bank Niaga sebagai Bank berskala regional. CIMB dan Bank Niaga ada di bawah pemegang saham Bumiputera Commerce Holdings Berhad (BCHB) yang memiliki 60 persen saham di Bank Niaga.Hal ini dikatakan oleh Group Chief Executive CIMB Group Nazir Razak di sela-sela acara Malaysia-Indonesia Investment and Finance Summit di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Senin (18/6/2007). "Minggu lalu, saya sudah berkomentar saat roadshow di Indonesia untuk bertemu dengan staf Bank Niaga sehubungan dengan ide khusus mengenai program sinergi antara CIMB dan Niaga yang disebut dengan program sinergi CIMB Niaga. Kita bermula minggu lalu dimulai dengan roadshow dan dari segi program ini, apa yang penting adalah ini mengenai Bank Niaga menjadi bank berskala regional," paparnya. Razak mengatakan Bank Niaga adalah bank yang sukses di Indonesia dan CIMB ingin supaya Bank Niaga menjadi besar. "Banking adalah mengenai scale, kita mau supaya bank ini menjadi besar, beda bank dengan beda kebesaran, bank boleh mendapat banyak sinergi dari economic of scale (skala ekonomi). Pendapat kita yang penting Niaga membesarkan sinergi dengan CIMB Group," tuturnya. Razak juga mengatakan bahwa sinergi pertama yang sukses dilakukan adalah apabila CIMB membuat kantor cabang di Kuala Lumpur, maka buku instruksi yang digunakan adalah Bank Niaga. "Itu salah satu contoh sederhana dari bentuk sinergi, dan kita sekarang tiap-tiap 2 minggu, manajemen CIMB dan Niaga bertemu untuk memikirkan dimana ada sinergi-sinergi lagi antara CIMB dan Niaga," ujarnya. Dia menambahkan bahwa tiga sektor yang utama mendapatkan sinergi antara CIMB dengan Niaga adalah kartu kredit, treasury dan corporate banking. "Kita juga minggu lalu membuat pengumuman pada Bank Niaga bahwa cabang Bank Niaga di Gajah Mada yang terletak di kawasan heritage, CIMB akan berinvestasi untuk up grade cabang tersebut. Investasi dari CIMB itu merupakan kontribusi dalam hal menjaga kelestarian gedung tua di kawasan itu," ungkapnya. Sementara dari segi interchange, Razak mengatakan bahwa untuk karyawan Bank Niaga yang bekerja di Indonesia, bisa bekerja di Malaysia dan di regional dimana terdapat kantor cabang CIMB Group. "Kami menyadari bahwa setiap negara punya aturan mengenai bankir asing, tapi saya rasa kita harus get over it karena kita sudah di era globalisasi," jelasnya. Sementara dari segi permodalan, Bank Niaga sudah melebihi persyaratan Bank Indonesia. "Jadi kita tidak memiliki hambatan dari sisi permodalan. Tapi di hari-hari kemudian di saat Bank Niaga tumbuh lebih besar, CIMB akan menambah investasi jika memang diperlukan, dalam hal ekspansi secara organik," kata Razak."Apakah kita akan lakukan akuisisi atau hal lainnya, kita akan melihat apakah ada kesempatan. Bagi kami, Bank Niaga dapat bertumbuh secara organik dan bersinergi secara regional dengan CIMB Group," lanjutnya. Jadi menurutnya di pasar regional pun jika ada kesempatan untuk berekspansi maka sinergi tersebut akan siap mempertimbangkan. "Namun akuisisi itu tergantung dari harga, complimentary of the opportunities," ujarnya
(dnl/ir)











































