CIMB Janji Patuhi SPP BI
Senin, 18 Jun 2007 16:40 WIB
Jakarta - Investor asal Malaysia Khazanah dan CIMB yang masih satu grup mengaku akan mematuhi kebijakan kepemilikan saham tunggal (Single Present Policy/SPP) terkait dengan sahamnya di PT Bank Lippo Tbk dan PT Bank Niaga Tbk.Nazir Razak, Group Chief Executive CIMB mengatakan bahwa ada yang perlu diklarifikasi mengenai kepemilikan mayoritas Khazanah Berhad sebagai pemegang saham CIMB yang juga pemilik di PT Bank Lippo Tbk. "Indonesia memiliki SPP dan sebagai grup kami akan sangat terikat secara penuh dengan kebijakan tersebut, jadi seharusnya Khasanah yang memberikan penjelasan mengenai respon mengenai kebijakan tersebut" jelasnya.Hal ini dikatakan Razak di sela-sela acara Malaysia-Indonesia Investment and Finance Summit di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Senin (18/6/2007). Dia mengatakan bahwa CIMB masih memiliki waktu sejak saat ini hingga akhir 2007 untuk mengumumkan responsnya terhadap aturan tersebut. "Itu yang akan kami lakukan, tindakan-tindakan apa yang diambil untuk menghadapi kebijakan tersebut," paparnya. Razak juga mengatakan, saat ini CIMB sedang mencari proyek infrastruktur skala besar untuk dibiayai. "Poin selanjutnya adalah kami mendorong para pembuat regulasi untuk melihat bagaimana untuk mempercepat perkembangan pasar obligasi dalam negeri. Itu sangat penting dalam hal proyek infrastruktur," kata Razak. "Jika kita tidak punya kedalaman dalam pasar obligasi dalam negeri maka proyek ini akan menjadi lebih berisiko karena promotor harus berinvestasi dalam mata uang asing dan juga tidak bisa membiayai secara long term. Padahal itu yang dibutuhkan oleh proyek infrastruktur, jadi diperlukan aturan yang spesifik mengenai pasar obligasi. Itu yang kami temukan di Malaysia," paparnya.. Di Indonesia, CIMB juga ingin berkompetisi di sektor infrastruktur melalui Bank Niaga. "Bank Niaga kan punya hubungan baik dengan pengusaha properti di Indonesia dan itu akan membantu kami mencapai pintu tersebut. Dengan pengalaman CIMB, kami perlu bersaing dengan pemain lokal, jadi ada pilihan antara lokal broker dan pemain asing, CIMB ada ditengah-tengahnya sebagai lokal yang bermain regional," jelasnya. Razak mengatakan di Singapura dan Malaysia CIMB mempunyai posisi yang jelas sebagai penasehat keuangan nomor satu. "Dan saya pikir posisi tersebut belum terjadi di Indonesia dan kami mendorong supaya itu tercapai," tegasnya.
(dnl/ir)











































