Industri Tebu Masih Dijauhi Perbankan Meski Prospek Cerah

Industri Tebu Masih Dijauhi Perbankan Meski Prospek Cerah

- detikFinance
Selasa, 26 Jun 2007 13:20 WIB
Jakarta - Meski berprospek cerah, industri berbasis tebu masih belum diminati oleh kalangan perbankan. Hal ini dikarenakan perbankan kurang informasi mengenai industri ini sehingga yang mau mengucurkan kredit masih sangat minim. Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad dalam sambutan seminar prospek dan peluang pembiayaan industri berbasis tebu di Ruang chandra lantai 6, gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (26/6/2007)."Dalam catatan kami sekitar 32 bank telah membiayai industri tersebut dengan jumlah kredit Rp 1,6 triliun, suatu jumlah yang dapat dikatakan cukup banyak namun masih dapat teru ditingkatkan apabila melihat potensi pembiayaannya," ujar Muliaman.Kredit bermasalah pun relatif kecil yakni 0,33 persen untuk perkebunan tebu dan 2,11 persen untuk pabrik dalam industri berbasis tebu."Di sisi pemerintah, industri ini memerlukan dukungan penuh melalui kebijakan seperti kejelasan regulasi Amdal yang sesuai dengan kondisi industri tanpa mengorbankan aspek lingkungan," tegasnya.Peluang pembiayaan di sektor ini terbilang cerah karena industri ini memerlukan investasi Rp 8,3 triliun selama tahun 2005-2010 baik untuk on-farm maupun off-farm di seluruh Indonesia.SVP Bank Mandiri Sunarso menambahkan sampai April 2007, kredit yang telah disalurkan Bank Mandiri ke sektor perkebunan mencapai Rp 13,8 triliun untuk on farm dan off farm mencapai Rp 8,1 triliun. Dari seluruh portofolio kredit perkebungan Bank Mandiri, industri tebu dan turunannya memiliki pangsa 2,4 persen atau sebesar Rp 520 miliar. (ddn/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads