BI dan Depkeu Bikin Sistem Pendeteksi Krisis
Jumat, 29 Jun 2007 13:27 WIB
Jakarta - Tak hanya tsunami, krisis moneter pun perlu ada sistem peringatan dini atau bahasa kerennya early warning system. Pemerintah bekerjasama dengan BI tengah menyusun sistem peringatan dini untuk penanganan krisis."Kita sedang kembangkan," ujar Menkeu Sri Mulyani usai peresmian Forum Stabilitas Sistem Keuangan (FSSK) di Gedung Depkeu, Jakarta, Jumat (29/6/2007).Menurut Sri Mulyani, Depkeu merasa perlu berperan untuk menghadang datangnya krisis karena pada ujungnya, masalah tersebut akan membebani keuangan negara."Kalau terjadi seperti krisis dan lain-lain kan selalu nanti ujung-ujungnya adalah beban negara. Jadi di APBN itu sangat mempengaruhi," jelasnya.Dengan adanya sistem deteksi awal, nantinya akan melihat terjadinya kerawanan sistem keuangan yang bisa berpotensi menimbulkan krisis."Kemudian antara sektor keuangan bank dan non bank itu semakin blur. Jadi ini juga perlu desain dari sektor lembaga keuangan non bank itu juga harus didesain secara bersama-sama," jelas Sri Mulyani.Untuk itu, melalui FSSK, pemerintah bekerjasama dengan BI akan melakukan pertemuan rutin bulanan. Berbagai riset akan dikumpulkan untuk mendeteksi adanya kerawanan. Sejumlah hal akan dijadikan indikator seperti pasar saham, utang negara, cadangan devisa."Dari sisi dapurnya tadi risetnya akan didukung oleh risetnya BI, risetnya Bapepam LK dan didukung riset dari depkeu yang berhubungan dengan utang negara maupun," tandasnya.
(qom/ir)











































