UUS BNI Salurkan Kredit Rp 1,41 Triliun

UUS BNI Salurkan Kredit Rp 1,41 Triliun

- detikFinance
Sabtu, 30 Jun 2007 11:12 WIB
Tangerang - Kredit yang disalurkan oleh Unit Usaha Syariah (UUS) dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) hingga 28 Juni 2007 mencapai Rp 1,41 triliun. Demikian diungkapkan oleh Direktur BNI Bien Subiantoro usai diskusi panel di Hotel Imperial Aryaduta, Lippo Karawaci, Tangerang, Sabtu (30/6/2007). "Kredit tersebut disalurkan ke sektor UMKM, perdagangan dan peternakan, dibandingkan April 2007, total kredit unit syariah meningkat sebesar Rp110 miliar, sebab April posisi kredit adalah Rp 1,3 triliun, akhir tahun ini targetnya adalah Rp 1,6 triliun," jelasnya. Untuk total Dana Pihak Ketiga (DPK) dari UUS hingga 28 April 2007 adalah sebesar Rp 170 miliar, meningkat dibandingkan posisi April yang sebesar Rp 100 miliar. "Sementara untuk aset, sampai saat ini sudah sebesar Rp 1,6 triliun, targetnya adalah sebesar Rp 2 triliun di akhir tahun," ujarnya. Bien mengatakan, pada tahun 2007 akan ada penambahan 400 cabang BNI yang akan menjadi office chanelling dari UUS tersebut. "Jadi totalnya di tahun ini akan ada 600 cabang yang sudah office chanelling dari 900 cabang kami yang ada," tuturnya. Untuk ke depan, Bien mengatakan bahwa BNI akan melihat apakah usaha syariah BNI akan tetap memakai pola office chanelling atau akan di-spin off. "Tapi coverage office chanelling lebih luas menurut kami," tambahnya. Sementara untuk kredit konvensional BNI di luar UUS, Bien mengatakan bahwa sampai saat ini total kredit UMKM adalah sebesar Rp 30,44 triliun. "Kredit usaha kecil sebesar Rp 14,52 triliun, sedangkan kredit usaha menengah adalah sebesar Rp 16,32 triliun sampai saat ini," paparnya. Kredit UMKM ini terus meningkat dibandingkan posisi April dimana kredit usaha kecil adalah Rp 13,6 triliun, sementara untuk usaha menengan adalah sebesar Rp 15,7 triliun. "Sampai akhir tahun, target untuk kredit usaha kecil adalah Rp 16,5 triliun, sementara untuk usaha menengah adalah Rp 17,4 triliun," ujarnya. Sementara itu Direktur Utama BNI Sigit Pramono dalam kesempatan yang sama mengatakan, untuk ke depannya perseroan akan memfokuskan ekspansi kreditnya di sektor usaha kecil, menengah, konsumer dan korporasi. "Korporasi tidak boleh kita lupakan karena banyak nasabah korporasi kita," tuturnya. Selain itu, rencana korporasi di tahun ini untuk melakukan rights issue sangat membantu perseroan dalam meningkatkan pendanaannya. "Rencananya memang kita di tahun ini akan melakukan right issue dan secondary offering, waktunya agak beda sedikit saja, tapi yang akan dilakukan terlebih dahulu adalah rights issue, nilai proceed-nya seperti yang telah dikatakan di media massa adalah Rp 10 triliun," ujarnya. Sigit mengatakan bahwa BNI membutuhkan tambahan modal Rp 4,48 triliun untuk mencapai target CAR di tahun 2007 yaitu di atas 20 persen, dari CAR 2006 sebesar 16,39%. Jika tidak ditambahkan modal melalui rights issue ini CAR di 2007 sebesar 16,24 persen. Untuk menambahkan CAR sebesar 1 persen dikatakan bahwa BNI membutuhkan tambahan modal sebesar Rp 909 miliar. Sementara setiap BNI melakukan ekspansi kredit sebesar Rp 1 triliun, CAR akan turun sebesar 0,15 persen. (dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads